• Tak Berkategori

Mengenal Rendy Pandugo, ‘John Mayer dari Indonesia’

Written by on Juni 6, 2016

Bila penikmat musik di Indonesia ditanya mengenai John Mayer, kemungkinan besar mereka mengenal dan bahkan tak sedikit yang menjadi fans berat John Mayer. Tapi bagaimana dengan Rendy Pandugo? Banyak orang menyamakan vokal Rendy dengan John Mayer. Saat Rendy manggung, banyak penggemar musiknya tak pernah absen meminta Rendy membawakan lagu-lagu Mayer. Uhm, apakah benar sehebat itu?Suatu hari tim A&R Sony Music menonton Rendy yang sedang manggung di sebuah café. Melihat dari permainan dan skill dalam bermain gitar, tim Sony Music pun menawarkan kerja sama. Kalau kebanyakan artis berharap bekerja sama dengan label major, Rendy justru berpikir dua kali dalam menerima tawaran itu. Pasalnya, Rendy ingin kerja sama dan bermuksi sesuai dengan harapannya, bukan harapan orang lain. Nah, singkat cerita Rendy Pandugo tampil meyakinkan membawakan demo-demo lagunya di depan Hayden Bell, A&R Director Asia Pasific dari Sony Music, dan berakhir pada kontrak kerja sama sejak November 2015.

Usai resmi menjadi artis Sony Music, Rendy Pandugo pun terbang ke Swedia, Februari 2016, untuk melakukan workshop bersama dengan musisi dan produser dari The Kennel Music. Hasil dari workshop tersebut adalah materi lagu yang disiapkan untuk debut album solonya nanti.

Soal John Mayer, Rendy Pandugo mengaku sebagai penggemar musikalisasi Mayer.

John Mayer memang banyak memberikan pengaruh dalam bermusik. Menurut saya dia itu sangat jenius. Dia memainkan gitar dan mengkombinasikan dengan vokal yang luar biasa. Tersanjung jika ada yang menyamakan saya dengan John Mayer. Tetapi saya ingin dikenal sebagai seorang Rendy Pandugo yang mempunyai karakter sendiri dalam bermusik,” jelas penyanyi penyuka musik pop, blues, hingga folk ini.

Bagi Rendy Pandugo, perjalanan karirnya di dunia musik adalah sebuah perjalanan yang panjang dan mengalami pasang surut. Tetapi justru inilah yang membentuk pria kelahiran Medan, 7 Mei 1985 ini menjadi pribadi dan musisi yang matang. Rendy yang berayah Jawa dan ibu Bugis ini mengenal musik lewat pamannya yang hobi memainkan gitar. Tetapi justru Rendy mengenal gitar dari tantenya…

Mengikuti jejak ayahnya yang bertugas di Surabaya, Rendy pun kursus gitar klasik. Belajar hanya setahun, dia merasa bosan. Baginya lebih enak mengulik gitar sendiri dibandingkan harus belajar secara formal. Cakrawala bermusiknya pun semakin luas. Sejak SMP sudah ngeband bersama teman-teman sekolahnya. Ketika duduk di SMA 2 Surabaya, Rendy semakin aktif ngeband dan ikut berbagai festival. Saat itu dia banyak memainkan gitar elektrik dan doyan mengulik permainan gitar musisi idolanya, seperti Joe Satriani, Yngwie Malmsteen, juga band Dream Theater.

Lalu bagaimana dengan musisi dalam negeri? Rendy Pandugo mengatakan bahwa ia pun suka sekali dengan Sheila On 7. Karena itu, cowok berkacamata itu pun merilis sebuah single berjudul “Sebuah Kisah Klasik“, yang merupakan lagu hit Sheila On 7. Single yang termaktub dalam album kompilasi artis-artis muda Sony Music bertajuk Y2Koustic. Album tersebut menampilkan lagu-lagu hit tahun 2000-an yang diaransemen ulang dengan format akustik dengan string yang diarahkan oleh Alvin Witarsa.

Nah, ingin tahu karakter vokal Rendy Pandugo? Seperti apa sih John Mayer-nya Indonesia itu? Simak program ReLaSi (Request Lagu Persada & Informasi) setiap Senin-Jumat, pukul 15.00 WIB. Silakan request lagu “Sebuah Kisah Klasik” yang dibawakan Rendy Pandugo…. Ditunggu! 🙂


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: