• Tak Berkategori

Mari Lebih Mengenal Bipolar

Written by on Juni 20, 2016

“Bipolar ini seperti saudaranya Skizofrenia”. demikian disampaikan oleh Gita Bahagiastri M.Psi, seorang ahli psikologi pada program OBSESI segmen Klinik RPKFM, Kamis 16 Juni 2016. Pada umumnya terjadi ketidakseimbangan kimiawi di otak. Bipolar adalah gangguan perasaan, dimana sering terjadi perubahan alam perasaan, seperti pada satu sisi seseorang dapat sedih sekali tetapi saat bertemu seminggu kemudian seseorang tersebut dapat bahagia sekali.

Bipolar sendiri seperti bersifat seperti mood pada manusia dapat naik dapat turun. Dalam kondisi yang sangat berat bisa menjadi halusinasi. “Kalau Skizofrenia lebih cenderung seperti merasa menjadi sosok yang hebat layaknya nabi sehingga terlalu percaya diri untuk berkata-kata.” lanjut Gita.

Bipolar ini paling sering terjadi di usia 20 tahunan, tetapi tidak menutup kemungkinan juga kepada usia 15 tahunan. Bipolar ini dapat menjadi masalah dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Sebagai seorang manusia, mengalami perubahan mood merupakan hal yang sangat wajar. Di mana ketika kita merasa senang, secara otomatis perasaan kita akan naik dan ketika kita merasa sedih secara otomatis pula perasaan kita akan menurun. Akan tetapi dalam kasus ini penderita bipolar atau yang sering disebut sebagai orang dengan bipolar (ODB) dasarnya memiliki tingkat yang lebih ekstrim. Di mana jauh lebih ekstrim dari orang-orang pada umumnya. Oleh sebab itu, hal ini terkadang dapat mengganggu produktifitas dan berlangsungnya aktivitas individu sehari-hari serta orang yang ada di sekitarnya.

Gita, yang juga aktif di Komunitas Peduli Schizofrenia Indonesia (KPSI), juga menyampaikan bahwa, sebagai penderita bipolar, kasus seperti manic dan depresif tentu akan sering terjadi. Di mana, manic/mania terjadi saat keparahan tertinggi dan depresi pada saat terendah. Untuk kasus depresi, biasanya gejala yang di alami seperti mood yang menurun selama dua minggu serta dibarengi perasaan sedih secara terus menerus, kehilangan minat, masalah dengan tidur, bahkan terkadang memikirkan kematian/bunuh diri. Di samping itu, untuk kasus manic sendiri, gejala yang muncul biasanya seperti mood yang meningkat minimal selama satu minggu yang dibarengi dengan meningkatnya kepercayaan diri, lebih banyak berbicara, serta menurunnya kebutuhan untuk tidur.

Selain itu juga, ada faktor atau penyebab terjadiya penyakit bipolar meliputi faktor biologis, faktor kepribadian serta faktor polah asuh lingkungan. Dan dalam hal ini faktor biologis sangat berperan dalam pembentukan bipolar. Khusunya melalui genetik misalnya, orangtua atau keluarga yang menderita bipolar. Di samping itu, jika muncul “tanda-tanda” tertentu yang mengarah pada depresi, hal yang dapat dilakukan adalah seperti : melakukan kegiatan kecil berguna, melakukan kegiatan yang menyenagnkan, serta berbicara pada dokter atau orang yang mengerti dalam hal ini berkaitan dengan keluhan. Selain itu, jika muncul “tanda-tanda” yang mengarah pada manic, hal yang dapat dilakukan adalah seperti : megurangi beban kerja, terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan serta memastikan pola tidur tetap terjaga.

Di Indonesia sendiri banyak yang belum mengetahui tentang bipolar sendiri. Bipolar ini tidak bisa dihilangkan tetapi bisa dikendalikan, itulah mungkin yang menjadi jalan keluarnya. Disini BPJS dapat mengcover nya, tetapi yang menjadi masalah yaitu harga obat-obatnya mungkin akan lebih mahal.
Bahkan ada yang mengeluh jika terlalu lelah dan tidak bisa tidur saat akan membuat presentasi di kantor, apakah itu menjadi salah satu gejala? Ternyata hal tersebut hanya dapat terjadi oleh karena terlalu cemas dan panik akan sesuatu hal, tetapi tidak menutup kemungkinan kalau tidur yang kurang juga dapat memicu gejala bipolar juga, waktu istirahat itu adalah hal yang sangat penting.

Bipolar memang tidak dapat di sembuhkan namun dapat di kendalikan hal ini diibaratkan dengan penyakit diabetes. Oleh sebab itu ada beberapa treatment yang dapat dilakukan seperti psikofarmakologis atau berkonsultasi langsung dengan psikiater atau psikoterapi yakni konseling dengan psikolog atau bahkan art-psikoterapi seperti dengan melakukan hal-hal yang menyangkut dengan seni, serta self-management yakni mengatur pola hidup sehat seperti berolaraga, makan makanan sehat dan sebagainya.

Seseorang yang terkena Bipolar cenderungan mudah sekali marah dan menggangu orang lain. Kalau memang seseorang ada kecenderungan bipolar kita harus mengingatkannya dengan lebih santai, dengan kata-kata yang baik. Jikalau mengunakan pendekatan kata-kata yang buruk atau kasar itu akan menambah kemarahan seseorang yang terkena bipolar. Karena pendekatan kepada penyandang bipolar harus baik agar bisa dikendalikan.

Apakah seorang bipolar bisa menerima saran? Kemungkinan sulit tetapi bisa, ya seperti tadi dikatakan harus tenang menghadapinya karena itu akan lebih memudahkan mengendalikan seseorang yang terkena bipolar, memberi saran melalui pendekatan yang halus. at


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: