• Tak Berkategori

Krisis Penyakit DBD di Indonesia

Written by on Juli 13, 2016

Umumnya, tidak ada manusia atau siapa pun yang berharap untuk jatuh sakit. Di samping itu juga ada istilah yang mengatakan bahwa “ kesehatan itu mahal” sehingga ketika seseorang jatuh sakit, mereka akan berusaha untuk melakukan berbagai cara untuk sembuh.

Sebagai dokter pun, mereka tetap berusaha untuk mencari penawar atau obat yang dapat membantu menyembuhkan penyakit tersebut, meski membutuhkan waktu yang cukup lama. Akan tetapi, di era saat ini meski dunia medis mulai menemukan berbagai penawar tersebut, bukan berati virus dan penyakit yang lain tidak mengalami perkembangan. Pasalnya, ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang jatuh sakit serta perkembangan virus yang semakin meningkat. Seperti penyakit DBD, di mana penyebab utamanya berasal dari gigitan nyamuk.
Di Indonesia Demam Berdarah pertama kali ditemukan di kota Surabaya pada tahun 1968, di mana sebanyak 58 orang terinfeksi dan 24 orang diantaranya meninggal dunia. Angka Kematian yang tercatat mencapai 41,3 % dan sejak saat itu, penyakit ini menyebar luas ke seluruh Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. DBD ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi virus Dengue. Sehingga hal ini tidak menuntut kemungkinan membuat dunia medis juga kewalahan. Maka dari itu, ini tidak sekadar menjadi tugas seorang dokter tetapi juga kita sebagai masyarakat.
Seperti yang dilansir dari depkes.go.id, Demam Berdarah Dengue banyak ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis. Selain itu, berdasarkan data dari seluruh dunia menunjukkan bahwa Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita DBD setiap tahunnya. Ada pun data yang terhitung sejak tahun 1968 hingga tahun 2009, World Health Organization (WHO) mencatat Indonesia sebagai negara dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara. Oleh sebab itu, penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi salah satu sorotan utama menyangkut masalah kesehatan di Indonesia. Pasalnya, jumlah penderita dan luas daerah penyebarannya semakin bertambah seiring dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk.
Berdasarkan data dari Direktorat Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Kementerian Kesehatan menyebutkan hingga akhir Januari tahun ini, kejadian luar biasa (KLB) penyakit DBD dilaporkan ada di 12 Kabupaten dan 3 Kota dari 11 Provinsi di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI mencatat jumlah penderita DBD di Indonesia pada bulan Januari-Februari 2016 sebanyak 8.487 orang penderita DBD, dengan jumlah kematian 108 orang. Golongan terbanyak yang mengalami DBD di Indonesia  pada usia 5-14 tahun mencapai 43,44% dan usia 15-44 tahun mencapai 33,25%. Hal ini senantiasa memberikan tanda awas bagi masyarakat Indonesia.
Adapun, penyebab terjadinya KLB DBD di Indonesia berhubungan dengan berbagai faktor risiko, antara lain lingkungan yang masih kondusif untuk terjadinya tempat perindukan nyamuk Aedes serta pemahaman masyarakat yang masih terbatas mengenai pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Lalu jika demikian, bagaimana pemberantasan sarang nyamuk? Nah, berikut beberapa langkah untuk melakukan PSN yaitu dengan melakukan 3 M sebagai tindakan yang dilakukan secara teratur untuk memberantas jentik dan menghindari gigitan nyamuk Demam Berdarah seperti :
1. Menguras:
Menguras tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tempayan, ember, vas bunga, tempat minum burung dan lain-lain seminggu sekali.
2. Menutup:
Menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong, drum, dan lain-lain.
3. Mengubur:
Mengubur semua barang-barang bekas yang ada di sekitar rumah yang dapat menampung air hujan.
Itulah beberapa langkah, guna mencegah terjadinya perindukan nyamuk Aedes sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bebas dari nyamuk.

Semoga bermanfaat “Ingat kesehatan itu mahal”. vk | berbagai sumber


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: