• Tak Berkategori

Bilamana Pemudik Pesepeda Motor Tiada…

Written by on Juli 15, 2016

Undang-Undang tentang lalu lintas dan angkutan jalan jelas menetapkan bahwa motor alias kendaraan roda dua bukan moda transportasi publik, juga bukan moda transportasi jarak jauh antar kota. Namun hingga kini sepertinya susah sekali menerapkan peraturan yang satu ini. Salah satunya adalah kala musim mudik Lebaran terjadi…

Hingga musim mudik Lebaran 2016 yang baru lalu, padatnya jalur darat mudik (di jalan arteri/nontol) masih didominasi kendaraan roda dua. Juga korban kecelakaan lalu lintas pada musim mudik pun masih didominasi oleh para pesepeda motor. Namun, menurut Agus Sujatno dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), tahun ini YLKI mengapresiasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang mengadakan program Mudik Gratis khusus para pesepeda motor.

Program tersebut disediakan pemerintah, dalam hal ini Kemenhub, untuk memfasilitasi pemudik pesepeda motor. “Jadi, orangnya diangkut bus gratis, sementara motornya pun diangkut gratis, tapi pakai kereta api,” ungkap Agus Sujatno. “Nanti saat pemudik tiba di kota tujuan, motornya pun dapat diambil di stasiun kereta terdekat.

Menurut Agus, program ini bagus dan cukup mendapat antusiasme, tapi baru 44% pemudik pesepeda motor yang memanfaatkan program tersebut. Masih banyak pemudik menggunakan sepeda motor, bahkan dengan muatan yang berlebih. Sejumlah penyebab yang berhasil dikumpulkan YLKI, diantaranya:

  • Motor dianggap lebih efektif secara waktu. Dengan menggunakan sepeda motor, para pemudik dapat lebih fleksibel dan mobilitas mereka selama di tempat tujuan pun tak terganggu.
  • Motor dinilai sebagai moda transportasi yang memiliki nilai ekonomis yang lebih baik daripada yang lain. Sehingga kocek para pemudik pun tidak terlalu dalam digali untuk urusan transportasi.
  • Di daerah masih belum ditemukan sistem transportasi lokal antar wilayah yang memadai. Jauh, bila dibanding sistem transportasi yang ada di Jakarta dan sekitarnya.
  • Penyebab terakhir, masalah gengsi para pemudik. Dengan membawa motor ke kampung halaman akan menaikkan gengsi para pemudik di hadapan keluarga besar mereka.

Di sisi lain, Agus Sujatno memaparkan beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam program Mudik Gratis ala Kemenhub bila ingin ‘meniadakan’ pemudik pesepeda motor di musim mudik Lebaran, yaitu:

  • Waktu pelaksanaan program yang kurang fleksible. Waktu yang dipilih, menurut Agus, tidak dapat dipenuhi oleh para pemudik pesepeda motor yang rata-rata berasal dari kalangan menengah ke bawah. “Kebanyakan mereka baru bisa mendapat ijin libur itu H-3 hingga H-1, sementara program mudik gratis Kemenhub dilaksanakan minimal sepekan sebelum Lebaran,” Agus menambahkan.
  • Sistem pendaftaran mudik gratis yang terbuka. Hal ini, menurut Agus, membuat banyak pemudik yang bukan pesepeda motor ikut serta. “Perlu dipikirkan sistem pendaftaran yang lebih tertutup dan terfokus hanya untuk pemudik pesepeda motor,” ujar Agus Sujatno dalam program #SmartConsumer, Jumat, 15 Juli 2016.
  • Baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, perlu menjadikan pembangunan sistem transportasi publik yang memadai dan terintegrasi. Hal tersebut, menurut Agus, bakal menjadi daya tarik yang kuat buat para pemudik meninggalkan kendaraan pribadi mereka (roda dua maupun roda empat).

Jadi, bilamana pemudik pesepeda motor tiada? Bila pemerintah (baik pusat maupun daerah) dapat menjamin mudik yang aman dan nyaman dengan transportasi publik buat para pemudik… yp


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

%d blogger menyukai ini: