• Tak Berkategori

Berbagai Hembusan yang Tidak Baik di SSG HKBP

Written by on September 13, 2016

Hasil audit Sekolah Tinggi Teologi Huria Kristen Batak Protestan atau STT HKBP pada tahun 2015 yang menjadi persoalan dan seolah tanpa tindak lanjut, kembali menguak dalam Sidang Raya Sinode HKBP yang dikenal dengan sebutan Sidang Sinaode Godang atau SSG itu. Persoalan yang seakan tak berujung itu menerpa Pendeta DR. Darwin Lumban Tobing salah satu peserta pemilihan calon Ephorus HKBP SSG ke 63 ini. Kasus ini menerpanya, lantaran saat pemaparan hasil audit, ia kebetulan menjabat Ketua STT HKBP. Hanya saja, masalah yang terangkat, kemungkinan besar dapat menjadi pertimbangan bagi 1592 utusan jemaat HKBP dari seluruh dunia dalam proses pemilihan Ephorus HKBP tahun ini.

Paparan yang ada di banyak media, tampaknya beranjak dari dokumen rapat MPS-Preases HKBP pada tanggal 22 sampai dengan 26 Febuari 2016, yang pada poin ke 10 badan audit pada sub ringkasan eksekutif tertulis; meminta penjelasan dari Pdt. Dr. D. L. Tobing atas hasil audit yang dinilai tidak tuntas. Dokumen audit tersebut tercatat bahwa pengelolaan keuangan STT HKBP dinilai “KURANG BAIK”, terlebih lagi didapati bahwa laporan tersebut ditemukan pdt. D. L. Tobing membuat rekening bank atas nama pribadi. Selain hembusan angin tidak sedap yang menerpa nama baik Pdt. D. L. Tobing, ada juga hembusan yang menyudutkan salah satu peserta dengan tuduhan titipan pemerintah dalam SSG tersebut.

Berkaitan dengan hal itu, Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Pendeta Gomar Gultom, M.Th langsung menyanggah adanya intervensi negara dalam prosesi Sonode Godang ini. Pdt. Gultom berharap agar para peserta calon tidak terganggu dengan hal-hal demikian, namun tetap fokus dalam proses pemilihan yang berlangsung. “Fokus sajalah dalam menunjukan visi dan misinya,” demikian ungkap Pdt. Gultom. Pada kesempatan yang sama, Pdt. Gultom juga mengharapkan HKBP dengan kepengurusan yang baru bisa lebih menunjukan perannya. “Dalam membangun bangsa dan negara,” demikian ungkapnya.

Sidang Sinode Godang HKBP resmi dibuka langsung oleh Ompui Ephorus Pendeta Willem TP Simarmata pada Hari Selasa 13 September 2016 yang lalu. SSG Seminari Sipoholon, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Sama halnya dengan Pdt. Gultom, Ephorus Simarmata juga berharap agar HKBP bersatu agar menjadi berkat. “Menjadi berkat bagi jemaat, bangsa dan negara,” begitu ungkapnya. HKBP adalah gereja terbesar di Asia Tenggara yang sekaligus juga sebagai organisasi keagamaan terbesar ke tiga di Indonesia. Bukan hal yang mengada-ada bila persidangan ini menjadi perhatian besar berbagai media nasional.

Dalam proses pemilihan kepemimpinan gereja Episcopal ini, telah tercatat 11 nama pendeta yang akan masuk dalam prosesi pemilihan dan penetapan pemimpin HKBP, baik itu sebagai Ephorus, Sekretaris Jenderal dan ketua-ketua sinode lainnya. Khusus prosesi pemilihan Ephorus HKBP berdasarkan SSG ke 63 terdapat empat nama, seperti Pendeta David Sibuea, Pendeta Darwin Lumbantobing, Pendeta Saut Sirait dan Pendeta Robinson Butarbutar, yang adalah kandidat kuat dan tokoh muda yang sedang digandrungi pemikiran dan tindakannya. Suara sinodestan sepertinya akan mempercayai peserta yang relatif muda dan bijak bagi Ephorus HKBP kemudian, demi HKBP yang lebih baik dan lebih terasa dampak kehadirannya bagi bangsa dan negara. Selamat Sinodestan!


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: