• Tak Berkategori

“Yuk Kembalikan Fungsi Drainase Depan Rumah Kita”

Written by on September 21, 2016

Ah payah nih pemerintah, hujan sedikit saja kok banjir,” demikian ungkapan yang banyak terlontar saat banjir melanda DKI Jakarta. Di tengah beragam tudingan, aparatur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Dinas Tata Air, tetap terus bekerja melakukan normalisasi aliran air di ibukota negara ini. Tidak hanya 13 sungai, tapi juga mengurusi sistem drainase seperti got, parit, dan saluran air lainnya.

Menurut Kepala Dinas Tata Air Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Teguh Hendarwan, pada program ‘Lenggang Jakarta‘ di 96.30RPKFM Jakarta, Rabu (21/09), normalisasi yang dilakukan adalah mengembalikan fungsi sungai dan drainase yang ada di Jakarta. Diakui, menurut Teguh, hal tersebut merupakan tugas yang besar. Mengapa?

Bayangkan, dari 13 sungai yang ada, sebagian besar sudah berubah fungsi, ditambah lagi saluran penghubung (drainase-Red.) di areal pemukiman yang juga banyak berubah fungsi,” ujar Kepala Dinas Tata Air.

Sebagian besar sudah berubah menjadi pemukiman warga, hingga memperkecil trase (garis ketinggian atau elevasi muka tanah-Red.) dari yang seharusnya 20 meter, sekarang menjadi maksimal 3 meter, belum ditambah lagi dengan endapan lumpur dan sampah,” papar Teguh Hendarwan.

Hal tersebut diperparah dengan banyak saluran air (drainase) di area pemukiman yang sudah ditutup beton, menjadi lahan parkir, atau kemudian diekspansi menjadi lokasi berdagang kaki lima. Apalagi, menurut Teguh Hendarwan via telepon kepada RPKFM, saluran air (bahkan sungai) sudah menjadi ‘tong sampah raksasa” alias banyak sampah.

Pompa air yang ada di 138 Rumah Pompa se-DKI, banyak yang rusak karena sampah-sampah yang masuk ke dalam mesin pompa,” cerita Kepala Dinas Tata Air. Contoh kejadian yang terkini adalah di kawasan Jalan Simatupang dan di Ancol. Hal tersebut diperburuk dengan sampah yang ‘terkirim’ melalui sungai Ciliwung (sungai terbesar yang melalui Jakarta) dari luar Jakarta rata-rata, menurut Dinas Tata Air, 6 ton per hari!

Untuk itu, Kepala Dinas Tata Air Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Teguh Hendarwan, mengimbau kepada seluruh warga Jakarta untuk memperbaiki/mengembalikan fungsi drainase di area pemukiman kita masing-masing, juga berhenti membuang sampah sembarangan, baik di got/parit maupun sungai. Sementara di pihak aparatur, menurut Hendarwan, saat ini pemerintah berkomitmen untuk mengurangi/menghilangkan genangan/banjir.

Tim Dinas Tata Air atau biasa dikenal dengan sebutan ‘Pasukan Biru’ setiap saat bergerak memantau, mengembalikan fungsi sungai/kali dan saluran air di Jakarta, bekerja sama dengan dinas terkait, salah satunya Dinas Kebersihan dengan ‘Pasukan Oranye’nya.

Setiap kecamatan, Dinas Tata Air menyiagakan 10-30 orang ‘Pasukan Biru’,” tutup Teguh Hendarwan. Kita pun, warga Jakarta, juga mesti siaga terhadap banjir, salah satunya dengan mengembalikan fungsi got/parit di lingkungan kita. Yuk, kembalikan fungsi drainase depan rumah kita!

Cuplikan Audio Kepala Dinas Tata Air Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Teguh Hendarwan, dalam program ‘Lenggang Jakarta’ 96.30RPKFM, Rabu (21/09):


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: