• Tak Berkategori

MENATA DIRI SETIAP HARI (PART 2)

Written by on Oktober 5, 2016

Pernakah kita mendengarkan ungkapan-ungkapan dari orang-orang di sekitar kita yang berkata “Hidup ini jalani aja seperti aliran air, mengalir saja, apa yg terjadi dlm hidup kita kita terima dan kita jalani” Nah, ungkapan seperti itu perlu dipertanyakan, kita akan diarahkan ke mana dari ungkapan tersebut. Menjalani saja semuanya, mengikuti saja aliran air sungai yang telah ditakdirkan mengalir terus menerus hingga ke muaranya tanpa tahu adanya bebatuan, lekukan, ada jeram dan lain sebagainya diikuti saja karena pasti akan sampai ke muara..

Kita semua kurang setuju tentunya pada bagian hidup seperti itu dengan cara berpikir untuk hidup yang seperti itu pula. Imanuel Cristo mengajak kita untuk bersikap berbeda. Mari kita sadar dalam menata kehidupan kita, membuat kehidupan kita sama seperti apa yang kita inginkan dan sama dengan apa yang kita harapkan. Bukan mengikuti saja aliran air yang sudah tercipta dan bermuara pada suatu mura tertentu. Sehingga hidup yang kita jalani harus kita tata harus kita disain dengan baik.

Menarik mendengar kata “serabutan”. Apa saja tawaran perkerjaan yang ada kita ambil, sehingga hal tersebut membuat segala sesuatunya tidak tertatah. Seolah-olah pasrah sempurnah tanpa berbuat apa-apa, apa yang diterima itu yang dihayati sebagai sebuah bagian dari kehidupan. Namun, seharusnya tidaklah demikian.

Hidup yang kita jalani adalah sebuah rangkaian. Rangkaian dari begitu banyak peristiwa, dan pengalaman. Baik itu yang telah kita rencanakan maupun yang tersusun dengan sendirinya. Rangkaian dari peristiwa dan pengalaman yang kita rencanakan, karena memang kita jalankan dengan tujuan akhir berupa sebuah pencapaian. Jadi kita merencanakan perencanaan kita dari studi yang kita tekuni. Kita merencanakan kenaikan jenjang dalam kerja kita lewat dedikasi yang kita jalani. Merencanakan kehidupan keluarga lewat pergaulan yang kita jalani dengan penuh kesadaran, itulah hidup yang direncanakan. Namun, ada juga hidup yang terangkai dengan sendirinya.

Berbagai pengalaman hidup itu ibarat potongan-potongan mozaik. Berbeda-beda warna kemudian menyatu menjadi sebuah gambar besar dari diri kita. Peristiwa yang tidak kita rencanakan tetapi yang kita alami misalnya eksiden tertentu. Tak ada orang yang merancangkan sesuatu kejahatan atau rancangan kecelakaan yang akan terjadi pada kita, tetapi eksiden yang terjadi pada dirinya sendiri bisa saja berubah menjadi sesuatu yang bermakna. Itu, intervensi diri kita secara sadar terhadap pengalaman kita yang kemudian merubah pengalaman yang tidak menyenangkan menjadi pengalaman yang lebih bermakna.

Lewat potongan-potongan mozaik tadi, kita bisa melihat gambaran besar dari tubuh kita dan bisa lebih terbuka lagi akan diri kita. Pertanyaan besar pun muncul, apakah gambar besar itu merupakan hasil optimal kita? Apakah semua potongan mozaik yang tersambung bagian demi bagiannya adalah hasil dari sebuah usaha terbaik kita? Atau jangan-jangan sebetulnya belum begitu. Sehingga gambar-gambar besar kita tidak tertatah dengan apik, potongan-potongan mozaik kita tidak tersambung dengan cantik. Jadi apa yang kita tampilkan bukan yang terbaik dari diri kita. Janganb-jangan apa yang kita persembahkan di hidup ini, baru sebatas pada apa yang dapat kita upayakan, bukan pada apa yang seharusnya kita persembahkan.

Seringkali kita hanya menunjukan tampilan 10% dari 100% potensi yang ada di diri kita.  Itu memang benar karena kita tidak dengan sadar menata diri kita. Padahal masiih ada 90% yang tak tersentuh. Itu sebenarnya yang masih bisa kita persembahkan lebih baik lagi dari apa yang telah kita capai. Jika itu yang terjadi, maka kita perlu melakukan penataan diri. Mengapa hanya 10% yang terpakai. Kemana 90% sisahnya?. Apakah itu kita simpan dan dipendam terus-menerus tanpa kita olah. Padahal jika diolah dengan baik, ditata dengan baik, maka hasil terbaik, itu yang bisa kita tampilkan dari gambaran diri kita secara utuh lewat mozaik-mozaik yang tertatah dengan cantik potongan-potongan warna yang tersusun dengan rapih.

Ketika kita bermain dengan puzzle yg ada di tangan kita, bgitu puzzle ditumpahkan yang ada ialah potongan-potongan kecil yang menumpuk. Dan pola yang tertatah tanpa bantuan gambar yang sesungguhnya. Ketika kita diperlihatkan dengan potongan-potongan puzzle tadi, yang terjadi ialah kita bisanya mengeluh betapa susahnya. (1) Ketika kita mengeluh, maka itu hanya akan tetap menjadi seonggok potongan gambar. (2) Niatan kita untuk menyusunnya dengan sadar dalam segalah kerumitannya. Terkadang kita terlalu memaksakan sesuatu.

Memaksakan adalah proses ketika kita kurang menerima proses itu sendiri. memaksakan juga merupakan upaya ketika kita menghindar dari sebuah proses sesungguhnya yang mungkin tidak sesederhana yang kita bayangkan. Tetapi kalau kita ikuti kita akan mendapat hasil daripada menjalani semuanya tapanpa kesungguhan.

Menata diri artinya kita tidak mengaggap remeh apapun pengalaman hidup kita dan apapun pekerjaan kita. Kita baru benar-benar bisa melakukan sesuatu apabila melakukan pekerjaan kita dengan sungguh-sungguh. Bukannya semua orang tidak menata dirinya dengan baik, namun, tetapi kita perlu mengoptimalkannya. Setiap pengalaman punya makna, setiap peristiwa punya arti dan setiap pekerjaan kita itu penting.

Seiring dengan bertambahnya usia, mobilitas diri kita semakin berkurang, namun pencapaian kita tidak berkurang. Artinya, seorang pekerja yang sukses adalah pekerja yang mampu meraih jenjang karirnya tahap demi tahap, itulah kesuksesan. Seorang pelajar yang sukses adalah ketika ia mampu mempersembahkan nilai-nilai terbaiknya. Kesuksesan setiap orang berbeda-beda. Kadar kesuksesannya juga beragam. Seseorang dikatakan sukses ketika mampu meraih pencapaian tertentu. Yang terpenting kesuksesannya itu bukan seprti apa, tetapi bagimana ia menunjukannya, upayanya untuk menunjukannya ke orang banyak. Maknailah setiap pengalaman, setiap peristiwa,dan hal itu berarti bukan tetapi pemaknaan akan hal itu yang menjadi berarti dalam hidup kita.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: