• Tak Berkategori

WHO: Tiap Tahun, 3 Juta Orang Meninggal Karena Polusi Udara

Written by on Oktober 7, 2016

Rata-rata 3 juta orang meninggal dunia karena terpapar polusi udara di luar ruangan. Sementara polusi udara dalam ruangan pun mematikan. Pada tahun 2012, sekitar 6.5 juta kematian (11.6% dari keseluruhan sebab kematian) terkait dengan permasalahan polusi udara dalam dan luar ruangan.

Berdasarkan rilis terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir 90% kematian yang terkait polusi udara terjadi di negara-negara dengan pendapatan menengah ke bawah. Dua dari tiga kematian terjadi di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik Barat. Sekitar 94% dari total kematian akibat polusi udara merupakan penyakit tidak menular seperti cardiovascular, stroke, pernafasan akut, dan kanker paru-paru. Selain itu, polusi udara pun tercatat mampu meningkatkan risiko terkena infeksi pernafasan akut.

Polusi udara terus menyebabkan kematian, terutama di populasi yang rentan, seperti populasi perempuan, anak-anak, dan orang tua. Bila orang ingin menjadi sehat, maka mereka mesti menghirup udara yang bersih mulai dari saat lahir hingga akhir hayat,” papar Dr. Flavia Bustreo, Asisten Direktur Jenderal WHO dalam siaran pers yang disebarkan kepada media massa.

Masih berdasarkan temuan WHO, sumber utama dari polusi udara di dunia ini berasal dari moda transportasi yang tidak efisien, bahan bakar rumah tangga, pembakaran sampah, pembangkit tenaga batubara, dan aktivitas industri. Tapi tidak semua polusi udara berasal dari aktivitas manusia. WHO mencatat polusi udara pun dihasilkan dari badai pasir, yang biasanya terjadi di kawasan padang pasir dan sekitarnya.

Pada bagian lain, WHO pun mengonfirmasikan bahwa 92% populasi dunia tinggal di daerah dengan kualitas udara yang buruk berdasarkan standard WHO. Paparan polusi udara tersebut dituangkan WHO dalam sebuah peta interaktif terbaru dengan gambaran warna. Warna hijau menandakan kualitas udara yang masih baik, sementara kualitas udara yang buruk alias berbahaya digambarkan dengan warna merah. Semakin kelam warna merah, maka semakin buruk kualitas udara kawasan tersebut.

Dari peta interaktif terbaru versi WHO, sebagian besar udara di wilayah barat dan tengah Indonesia sudah tercemar alias mulai berkualitas buruk, seperti seluruh Jawa, sebagian besar Sumatera, sebagian Kalimantan, Bali dan sebagian Nusa Tenggara. Sementara, sebagian besar Sulawesi, seluruh Papua dan Maluku masih ditandai dengan warna hijau.

peta-interaktif-who-polusi-udara-2016

Peta Interaktif Polusi Udara Terbaru versi WHO

Menurut Dr. Bustreo, peta interaktif dibuat agar pemerintah negara-negara yang masuk ke dalam kawasan berkualitas udara buruk dapat segera mengambil upaya cepat memperbaiki demi populasi manusia di sana. Dr. Bustreo mengatakan bahwa peta interaktif tersebut dibuat berdasarkan data yang didapat dari pengukuran satelit, moda transportasi udara dan monitor darat di lebih dari 3000 lokasi, baik di kota maupun desa. Untuk itu, WHO didukung oleh University of Bath, Inggris.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: