• Tak Berkategori

YLKI: Banyak Konsumen Mengeluh Soal Jaringan Telekomunikasi

Written by on Oktober 7, 2016

Berdasarkan data Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), hingga kuartal ketiga tahun 2015, jumlah pelanggan lima operator sudah melebihi jumlah 325 juta orang, diantaranya : Telkomsel 149 juta, Indosat 69 juta, Tri 54 juta, XL Axiata 41.6 juta, dan smartfren 12 juta. Komunitas pelanggan telekomunikasi yang besar tersebut otomatis membuka celah konflik yang besar pula. Salah satu bentuk konflik yang terjadi adalah adanya keluhan ataupun aduan konsumen yang merasa hak mereka dilanggar.

Keluhan ataupun aduan konsumen telekomunikasi tersebut semakin berkembang seiring dengan perkembangan telekomunikasi Indonesia hingga generasi keempat (4G). Dari 1G yang hanya mengantarkan suara karena bersifat analog, 2G yang menghantarkan suara dan data karena sudah digital dan berkembang ke jaringan 3G yang memungkinkan pengiriman multimedia hingga ke jaringan 4G yang merupakan versi lebih cepat dari transfer data nirkabel melalui jaringan sebelumnya.

Menurut survey e-Marketer, jumlah pengguna smartphone di Indonesia pada tahun 2016 mencapai 65.2 juta dan diperkirakan akan tumbuh mencapai 92 juta pengguna di tahun 2019 dengan tingkat penetrasi pada tahun 2015 mencapai 37%. Sedangkan menurut Daily Social Annual Startup Report 2015, jumlah pengguna smartphone di Indonesia mencapai 281.9 juta.

Hingga kini, aduan soal jasa telekomunikasi menempati urutan ketiga dari keseluruhan jenis aduan yang masuk ke YLKI,” papar Abdul Baasith dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dalam program #SmartConsumer, Jumat (07/10).

Menurut Baasith, permasalahan yang sering dialami konsumen sejak Januari hingga Juni 2016 diantaranya :

  1. Keluhan layanan jaringan Indihome (telepon dan internet) dan FUP PT. Telkom (Kuota)
  2. Keluhan pengguna Esia yang menghentikan layanannya tanpa pemberitahuan
  3. Transparansi tagihan dan kartu yang diblokir

Keluhan seputar jaringan telekomunikasi mencakup 57% dari total keluhan yang masuk. Di posisi kedua, keluhan kuota/paket sekitar 27%, masalah kartu/nomor telepon dan masalah tagihan masing-masing 7%, dan aduan lainnya 3%.

Keluhan pengguna telekomunikasi yang lain pada umumnya adalah pengaduan terkait jaringan (saat melakukan panggilan tiba-tiba terputus, sulit mendapatkan sinyal atau jaringan, keterlambatan pengiriman SMS, maupun buffering saat mengakses internet), keluhan atas content berbayar, SMS gangguan dari penipu (mama minta pulsa) atau tawaran penjualan produk (promosi), terpotongnya tarif yang tidak sesuai, penanganan pengaduan yang lambat maupun keluhan pengguna telekomunikasi lainnya.

Untuk menghadapi masalah tersebut, Baasith dari YLKI mengatakan bahwa langkah bijak bagi kita sebagai konsumen jasa telekomunikasi yang bijak adalah dengan tidak mendiamkan atau membiarkan gangguan  itu terjadi. Baasith mendorong konsumen untuk melaporkan keluhan tersebut ke pihak yang berwenang.

Dengan melaporkan keluhan yang dialami, kita telah menolong ribuan konsumen lain,” ujar Baasith.

Adapun cara melakukan complain atau keluhan, antara lain:

  1. Menghubungi call center provider yang telah disediakan secara langsung dan utarakan dengan jelas (jika tidak mengetahui nomor call center tersebut dapat meminta bantuan search engine di Internet)
  2. Apabila keluhan tersebut 2 kali tidak ditanggapi, maka konsumen dapat menghubungi hotline aduan yang disediakan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) di nomor 159 (atau 021 159) untuk dapat dibantu difasilitasi atau diberikan saran dan solusi
  3. Apabila langkah sebelumnya tidak dapat memberikan hasil, maka dapat menghubungi Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten atau Kota terkait atau Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) setempat untuk dapat difasilitasi. Khusus untuk pengaduan ke YLKI dapat langsung menghubungi kantor YLKI agar segera mendapatkan saran atau langkah penyelesaian terbaik yang bisa disampaikan.

Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: