• Tak Berkategori

Kanker Payudara Bukan Akhir Dari Segalanya

Written by on Oktober 19, 2016

Awalnya, saya nggak bisa berdamai dengan diri sendiri ketika divonis kanker payudara. Mengandalkan kekuatan sendiri walau selalu berdoa kepada Tuhan,” begitu kata Mayori Sihombing, ibu rumah tangga penyandang kanker payudara dari Paguyuban Pelangi, GKI Pondok Indah.

Yori, sapaannya, pertama kali mengetahui ada benjolan di payudaranya pada Januari 2013. “Suami saya yang pertama kali menemukan. Setelah cek ke dokter, dinyatakan sudah stadium 2A,” kenang Yori. Bahkan, sangking tidak menerima vonis dokter, Yori meminta pendapat tiga dokter Onkologi untuk memastikan keberadaan kanker di payudaranya.

Tak berhenti sampai di situ. Yori sempat mengabaikan saran tindakan medis dari dokter. “Saya pilih berobat dengan mencoba pengobatan alternatif. Eh, ternyata benjolan makin besar,” tambah Yori ketika berbicara untuk “Bulan Peduli Kanker Payudara” di Program #KlinikRPK FM, Rabu (19/10).

Menghadapi kenyataan keadaannya tidak menjadi lebih baik, Yori kemudian berbalik mengikuti pengobatan dan penanganan dokter onkologi di salah satu rumah sakit di Jakarta. “Saya akhirnya berdamai dan menerima keadaan harus hidup dengan kanker. Saya jalani operasi pengangkatan payudara dan sekarang merasa baik-baik saja,” kata Yori.

Kini, bagi Yori, kanker bukan akhir dari segalanya. “Yang berat hanya saat harus menjalani kemoterapi dan terapi saja. Setelah itu, saya tetap jalani hidup sama seperti waktu sehat,” tegas Yori, yang belakangan ternyata “dihampiri” kanker untuk kedua kalinya. Mei lalu, Yori divonis kanker tulang.

Demi Keluarga

Meski tak mudah, Yori menjalani dengan santai kehidupan barunya bersama kanker payudara, bahkan disusul kanker di tulang punggungnya. Kuncinya bagi Yori adalah disiplin menjalani pengobatan dan terapi serta semangat untuk membesarkan ketiga anaknya.

Terutama suami yang selalu memberikan dukungan untuk mengambil keputusan-keputusan yang memang cukup berat. Tapi, tetaplah keluarga yang terpenting. Suami mendukung karena ingin saya tetap ada mendampingi dia membesarkan anak-anak,” kata Yori.

Memang, tak bisa dipungkiri bahwa kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang sangat mematikan. Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO menyatakan kasus kematian tertinggi karena kanker pada perempuan adalah kanker payudara.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: