• Tak Berkategori

Indonesia Minim Perhatian bagi Penyandang Autoimun

Written by on Desember 8, 2016

Autoimun merupakan sistem pertahanan tubuh yang mengalami gangguan sehingga menyerang sel-sel tubuh itu sendiri di mana sistem kekebalan tubuh seseorang salah menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Autoimun adalah gangguan yang ada dalam dua kategori, yaitu organ spesifik yang berarti satu organ tertentu yang terkena dan non-organ spesifik yang berarti sistem imun menyerang beberapa organ atau sistem tubuh lebih luas.
Di Indonesia, sistem penanganan medis bagi pengidap autoimun masih sangat minim, sehingga para penyandang autoimun hanya dapat berkonsultasi ke dokter-dokter bagian saja. Hal inilah yang mendorong Joice Haryanto, yang memiliki buah hati seorang penyandang autoimun, untuk berinisiatif mendirikan Autoimmune Warriors Community. AWC yang bermakna Komunitas Pejuang Autoimun ini ternyata mendapat respon yang tinggi dari masyarakat luas terutama seputar penanganan masalah-masalah autoimun.

Pembentukan AWC yang bertujuan untuk berbagi antar penyandang autoimun ini, di dalamnya mengandung himbauan para penyandang untuk belajar pola hidup sehat agar dapat bertahan hidup lebih lama. AWC yang resmi berdiri di bulan Februari 2016, anggotanya tidak sedikit lantaran minimnya sistem penanganan autoimun di Indonesia. Sejak terbentuk, AWC selalu menjadi tempat berbagi cerita dan pengalaman hingga membuat anggotanya bisa memiliki berbagai inisatif untuk bisa mengatasi masalah autoimun masing-masing.

Dari berbagai pengalaman dari para anggota inilah yang akhirnya membawa AWC menjadi lebih berkembang, sampai saat ini juga berbagi kisah dan pengalaman bagi anggota yang menderita lupus, Idiopathic, Thrombocytopenic Purpura atau ITP. Diah Istra, caregiver AWC yang pada awal bergabung bisa merasakan keberadaan AWC yang sangat membantu dirinya. ibu dari Errel, seorang penyandang Ptosis Autoimmune Disease, yaitu autoimun yang menyerang bagian mata. Diah mengatakan bahwa kebaikan Tuhan membuat autoimun Errel terdeteksi dengan cepat. “Sehingga dapat ditangani dengan cepat pula,” begitu ungkap Diah.

Dan pada Oktober 2015, Diah menyadari saat mata Errel turun atau mengecil sebelah. “Segera saya lakukan pemeriksaan lengkap,” begitu kisahnya. “Finalnya di bulan Februari 2016,” lanjutnya mengenai pemeriksaan lengkap itu. Saat itu hasil akhir pemeriksaan menunjukkan bahwa Errel menderita autoimun yang menyerang mata. Berhubung, penanganan penyandang gangguan autoimun masih sangat minim di Indonesia, maka peran AWC bagi para penderita autoimun semakin terasa. Informasi tentang pantangan bagi penyandang autoimun yang tidak boleh langsung terkena terik matahari, tidak boleh lelah, tidak boleh dalam kondisi tertekan, dan tidak boleh mengonsumsi obat-obatan antibiotik pun tersosialisasikan.

Sebagai sistem, autoimun terbagi atas 150 jenis dimana setiap jenis sistem hampir mirip satu dengan yang lain. Dan biasanya, penderita autoimun mengalami gangguan autoimun lebih dari satu jenis. Seperti yang dialami oleh Rena Basuki, misalnya. Anggota WC ini menderita autoimun yang menyerang sendi, aliran darah vena, dan multiple drug allergy syndrome. Memang ila tampak luar, Rena tampak sehat-sehat saja dan seolah tidak menderita satu penyakitpun. “Orang-orang yang melihat pasti tidak menyangka kalau saya mengidap penyakit,” begitu aku Rena. Padahal menurut Rena, bila kambuh, Rena benar-benar tidak bisa berjalan. “Sampai terkadang layaknya orang stroke ringan,” jelas Rena.

Sebagai sebuah komunitas, AWC akan selalu menjadi tempat berbagi bagi para penyandang autoimmune yang penanganannya masih sangat minim di Indonesia. Kelompok ini bukan hanya berarti bagi para penyangdang gangguan autoimun tapi juga bagi anggota keluarga, baik itu orang tua atau saudara, atau juga para pemerhati atau pun juga para relawan bagi para penyandang autoimun. Dan semoga dengan kehadiran AWC ini bukan hanya mendorong komunitas autoimun lain untuk berdiri tapi justeru mengingatkan fasilitator kesehatan, untuk mau menoleh tentang keberadaan para penyandang autoimun yang masih membutuhkan dukungan dan penanganan yang seharusnya.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: