• Tak Berkategori

Sederhana, Tetapi Tidak Mudah

Written by on Juni 6, 2017

Selamat datang di dunia anak berkebutuhan khusus. Dunia di mana terlalu banyak kesulitan yang harus dihadapi para penyandangnya, sementara bagi sebagian orang tak mudah untuk memberi pertolongan walau sebenarnya sederhana saja.

Pemerhati Anak Berkebutuhan Khusus Ellen Patricia Sassiang mendorong para orangtua anak berkebutuhan khusus agar tidak segan-segan melibatkan tenaga profesional dalam membantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi sang anak.

“Setelah ada diagnosa yang tepat dari pakar lalu lanjutkan dengan terapi pada anak. Sangat banyak terapi yang bisa dipilih,” kata Ellen.

Ellen mengungkapkan sejumlah variasi anak berkebutuhan khusus dan kesulitan yang ada pada mereka. Mulai dari kesulitan belajar (disleksia, diskalkulia, dispraksia, disgrafia, kesulitan memproses materi yang dilihat dan didengar), autis (gangguan komunikasi, perilaku, dan sosialisasi), dan attention deficit hiperactive disorder (kurang konsentrasi dan hiperaktif).

“Setiap anak memiliki satu kesulitan belajar. Jarang ada yang ganda. Asal bisa didiagnosa dengan cepat dan tepat, kondisi ini bisa dicegah agar jangan terbawa sampai dewasa,” tutur Ellen dalam sesi Klinik RPK FM di Program Obsesi edisi Selasa, 6 Juni 2017.

Persoalannya, kata Ellen, sebagian besar orang salah persepsi pada keadaan anak berkebutuhan khusus. “Pada anak yang menyandang autis, misalnya, ini bukan sejenis penyakit yang bisa disembuhkan. Ini sesungguhnya adalah perihal struktur otak pada penyandangnya yang berbeda sehingga berbeda pula ketika menyerap informasi apabila dibandingkan dengan kebanyakan orang,” terang Ellen meluruskan.

Bagaimana menolong anak berkebutuhan khusus?

Ada sejumlah komponen terapi yang bisa dipakai untuk mengelola anak berkebutuhan khusus. Tapi, pada dasarnya, diawali dengan terapi sensorik motor. “Apapun kesulitan yang dihadapi anak-anak berkebutuhan khusus, ikutkan lebih dulu pada terapi sensorik motorik,” kata Ellen.

Ellen memaklumi apabila sebagian orang tua mempertanyakan metode atau acara untuk menolong anak berkebutuhan khusus. “Apalagi kalau kesulitan yang dihadapi sang anak misalnya hanya persoalan komunikasi saja. Tidak ada hubungannya dengan gerak, akan tetapi ditangani lebih dulu dengan terapi sensorik motor,” kata Ellen.

Lebih dari itu, Ellen juga mendorong peran penting orangtua ketika berinteraksi dengan sang anak di rumah. “Interaksi dengan orangtua harus kuat. Punya ikatan sosial. Akan sulit bagi sang anak bersosialisasi dengan orang lain apabila dengan orangtuanya saja tidak bisa atau masih sulit.” (rik)


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: