• Tak Berkategori

Suka Menolong Tekan Potensi Perundungan

Written by on Juli 27, 2017

Sejumlah kasus perundungan kembali mencuat belakangan ini. Sedikitnya tiga kasus baru muncul dalam waktu nyaris bersamaan disertai video yang menyebar lewat media sosial. Menanamkan kebiasaan suka menolong dinilai menjadi salah satu cara pencegahan perundungan atau bullying.

Menurut dr. Theresia Citraningtyas pelaku perundungan bertindak pada dasarnya karena berusaha ingin menekan atau mengganggu korban yang membuat pelaku merasa berkuasa atau punya kekuatan. Di samping itu, pelaku juga akan merasa terhibur dengan menikmati kesengsaraan anak lain. Untuk itu, Citra menyarankan para orang tua dan guru agar lebih banyak mendidik anak perihal kebiasaan suka menolong sebagai cara menekan perundungan.

“Ini sebagai pendekatan khusus kepada para pelaku. Pelaku ini kan pada dasarnya ingin menunjukkan bahwa dia kuat. Dia ingin kelihatan kuat. Nah, bangunlah suasana lain sebagai cara menunjukkan bahwa dia kuat. Yang dengan menanamkan suka menolong,” kata Citra.

Dipaparkan Citra, menanamkan suka menolong di rumah atau sekolah merupakan salah satu cara untuk membangun suasana saling menghargai dan melindungi. “Dari suasana dan kebiasaan ini akan menimbulkan rasa percaya diri anak. Jadi anak akan menilai diri kuat dan punya harga diri tidak dengan merasa kalau melakukan perundungan lebih dulu,” tambah Citra.

Sementara itu, kata Citra, kebiasaan yang sama juga harus ditanamkan kepada korban perundungan mengingat setiap anak selalu berkeinginan besar untuk berteman dan diterima di lingkungan pergaulannya. “Biasanya, rasa percaya diri korban akan menurun. Nah, dengan mendorong suka menolong akan menjadi bimbingan bagi korban untuk mengembalikan rasa percaya diri,” ujar Citra. (rik)


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

%d blogger menyukai ini: