Normalkah Jika Ada Reaksi Medis Setelah Imunisasi?

Written by on Agustus 28, 2017

Bulan Agustus ini menjadi bulan bagi Kementrian Kesehatan untuk melakukan sebuah kampanye imunisasi MR agar anak-anak Indonesia tidak terserang penyakit Campak dan Rubella. Vaksinasi Campak dan Rubella yang diberikan pun sudah berstandar global sehingga tidak perlu dikhawatirkan lagi oleh para orang tua. Lalu, yang menjadi permasalahan adalah ketika sebuah kegiatan medis seperti imunisasi yang menyebabkan reaksi medis.

Ketua Komite Nasional Pengkajian dan Penatalaksanaan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas PP KIPI) Dr. Dr. Hindra Irawan Satari SpA(K) pada Pertemuan Pers yang membahas tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) memberikan keterangan bahwa kegiatan medis apapun seperti imunisasi akan menyebabkan reaksi medis. “Reaksi yang berlebihan dan menjadi bahaya jika dialami oleh banyak orang sekaligus di beberapa kota, kemungkinan itu adalah kesalahan dari obat vaksinasi yang diberikan.” (15/8/2017)

Vaksinasi seperti ini sudah dilakukan terlebih dahulu oleh 153 negara lainnya dan ini merupakan langkah baik bagi pemerintah Indonesia untuk mengadakan vaksinasi bagi masyarakatnya. Namun, perlu diperhatikan apabila ingin melakukan vaksinasi, maka harus dilakukan pemeriksaan general pada anak. Keadaan tidak sepenuhnya sehat pada anak seperti demam, pilek, batuk, flu, atau sedang mengonsumsi obat-obatan lainnya dapat memberikan reaksi medis yang cenderung berlebihan seperti yang terjadi pada salah satu siswi SMP di Demak yang ramai diberitakan.

Beberapa reaksi medis seperti demam dan ruam pun tidak langsung terjadi setelah vaksinasi. Demam akan bereaksi 7-12 hari setelah dilakukan vaksinasi, untuk ruam bereaksi 7-10 hari setelah vaksinasi. Reaksi kejang pun bisa terjadi apabila anak tersebut memilki riwayat kejang maupun riwayat dari orang tuanya. Reaksi medis diatas merupakan reaksi yang wajar sehingga tidak perlu membesar-besarkan bahwa vaksinasi memberikan dampak buruk pada anak-anak karena setiap kegiatan medis pasti akan menimbulkan reaksi medis, namun tentu saja tidak akan membahayakan pasien.

Reaksi medis akan menjadi bahaya apabila anak yang divaksinasi tidak dalam keadaan yang sehat. Oleh karena itu, perlu diperhatikan untuk melakukan pengecekan general pada anak sebelum melakukan imunisasi maupun vaksinasi tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. (Alvina Eunice Christian)


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

%d blogger menyukai ini: