Dukungan Lingkungan Atasi Depresi

Written by on September 13, 2017

Depresi adalah penyakit mental yang tidak kehadirannya sangat tiba-tiba yang akan menjadi berbahaya bila didiamkan. Tanpa pengobatan dan perawatan yang benar, depresi dapat berakibat fatal bagi penderitanya. Kondisi fatal yang dimaksud itu mulai dari menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri.

Dalam program Klinik RPK bersama Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI), Kamis (07/09), seorang Schizophren Survivor, Roberta Marcia Pentury mengatakan bahwa depresi yang dialaminya sejak remaja itu sempat mengarahkan dirinya untuk melakukan bunuh diri. Selama bertahun-tahun ia hidup dngan kondisi itu, sampai pada beberapa tahun lalu baru menyadarinya. ”Saya baru tahu kalau mengalami depresi,” begitu ujar perempuan yang disapa Berta. “Itu baru beberapa tahun kebelakang,” lanjutnya lagi, menambahkan.
Berta mengatakan bahwa awal pertama kali terjadi, saat remaja yang hidup dalam keluarga yang tidak supportive atau keluarga yang kurang harmonis. Berta mengakui dirinya saat itu memiliki pemikiran berbeda dengan teman-teman seusianya. “Terlalu kritis, overthinking,” akunya. Saat itu Berta memang tidak mengalami depresi namun mengakui bahwa sedang dalam pencarian jati diri.
Depresi merupakan penyakit kesendirian yang proses penyembuhannya dilakukan secara kolektif, alias tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Lingkungan yang tidak baik pulalah yang menurut Berta membuatnya mengalami depresi. Berta mengatakan bahwa masa yang paling sulit terjadi saat Berta yang masih sekolah justeru menyendiri. “Berdiam diri di kamar selama enam bulan,” ungkapnya mengisahkan.
Ketika kita mencoba menyembuhkan diri sendiri, penyakit itu semakin menjadi,” ungkap Berta. Saat ia menyadari kondisi itu, ia memutuskan bangkit dengan melakukan hal berguna dan positif. Semua orang menginginkan kehidupan normal, demikian Berta. Ia berjuang untuk sembuh dari skizofrenia, dengan berbagi cerita dengan teman-teman, keluarganya, dan orang lain. Dengan berbagi Berta telah melakukan proses keterbukaaan yang menolong melawan gangguan tersebut.
Berta menyarankan bagi semua yang hidup dengan Skizofren, untuk tidak merasa berbeda dengan orang lain. “Harus terbuka, jalani apa yang ada,” begitu Berta mengingatkan. kerjakan semua yang berguna, “Dan jangan jadikan penyakit sebagai beban,” lanjut Berta. Mengingat lingkungan menentukan kondisi ini, maka Berta mengingatkan untuk memilih teman yang dapat mendukung.
Pemulihan Skizofrenia sangat bergantung dari keinginan sembuh penderitanya, dan dukungan keluarga yang tidak menutupi keberadaan penderita Skizofrenia. Temani dan tuntun mereka untuk bergaul serta bersosialisasi dengan lingkungan. Semua masyarakat harus merangkul setiap orang atau anggota keluarga yang mengalami depresi, bukan justeru menjatuhkan mental mereka. “Karena mereka juga merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang indah,” ungkap Berta mengingatkan.

Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

%d blogger menyukai ini: