Menkes: Lawan Stunting di Indonesia!

Written by on September 14, 2017

Data terakhir Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas tahun 2013, menyatakan bahwa jumlah balita yang mengalami kekurangan gizi mengalami peningkatan dari data sebelumnya, yaitu data tahun 2010. Peningkatan tersebut adalah kenaikan temuan dalam persentasi angka 17,9% menjadi 19,6%. Gizi buruk yang disebut dengan stunting ini adalah permasalahan kesehatan di Indonesia yang sering menjadi topik pembahasan. Karena itu, dengan tegas Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM., menyerukan agar semua pihak melawan stunting!

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu yang panjang. Kebanyakan stunting adalah akibat dari asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting bukan hanya menghambat pertumbuhan, tapi juga berakibat pada perkembangan otak yang tidak maksimal. Dan hal ini akan mempengaruhi kemampuan mental seseorang, yang salah satunya dapat dilihat dari minat belajar yang kurang.

Stunting ini masalah yang penting,” demikian ungkap Menkes di Ballroom Krakatau Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara.

Stunting, selain menyerang fisik, penyakit ini juga menyerang otak anak. “Jadi IQ nya kerdil juga,” demikian ujar Menkes Nila, di sela-sela acara pembukaan Konferensi Nasional (Konas) Promosi Kesehatan 2017. Menurut Menkes, waktu terbaik untuk mencegah stunting adalah sejak masa kehamilan sampai dua tahun pertama kehidupan si bayi. Karena stunting yang terjadi pada awal kehidupan, dapat berdampak buruk pada kesehatan, kognitif, dan fungsional ketika si anak beranjak dewasa.

Saya juga mengharapkan ibu yang sedang hamil tetap menjaga kondisi mereka dengan baik,” begitu ujarnya mengingatkan. “Karena, jika melahirkan dengan berat badan lahir rendah, itu akan membuat gangguan,” lanjutnya memaparkan. Selama ini Kementerian Kesehatan berupaya memerangi stunting dengan memberikan makanan tambahan bagi balita, ibu hamil, dan anak sekolah. Selain itu terus berupaya menyuarakan masalah stunting ini, terutama dalam hal apa yang harus dilakukan orang tua. Sejauh ini, upaya yang dilakukan, diyakini dapat mengurangi stunting di Indonesia. Namun tetap hal tersebut sangat membutuhkan peran serta masyarakat, terutama orangtua, pungkas Menkes.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: