YPMA: Lindungi Anak Lewat Penyiaran

Written by on September 26, 2017

Dari hasil analisia Yayasan Pengembangan Media Anak atau YPMA, terhadap acara anak di TV yang menayangkan siaran bersekala nasional. Dari analisa yang dilakukan selama selama hampir 10 tahun, yaitu sejak tahun 2006 sampai dengan tahun 2015,  banyak acara anak di TV tidak termasuk ke dalam kategori aman. Dan ternyata hasil analisa itu juga menyatakan bahwa mayoritas acara anak-anak termasuk dalam kategori tidak aman, sebanyak 59% dari 1401 acara anak.

Menurut Dr. Hendriyanti M. Si, dari YPMA, masih banyak program atau acara anak yang masih ada dalam kategori tidak aman. “Karena isi dari beberapa program anak tidak memenuhi standard,” begitu ungkapnya. “Dan bukan program yang mendasari sudut pandang anak,” tambahnya kemudian. Hendriyani juga mengatakan, bahwa seorang anak ibarat  sebuah sponge (karet busa), dimana anak belajar dan menyerap cepat apa yang ia lihat. “Mereka tidak sadar dengan apa yang mereka lihat itu benar atau salah,” ujar Hendriyanti.

Banyak sekali program anak yang import yang belum memiliki kualitas yang baik,” ungkap Hendriyanti lagi. “Ada yang khusus anak, dan ada yang seakan-akan program anak,” lanjutnya menjelaskan. Seperti telenovela sinetron yang ada anak-anaknya tapi isi ceritera sinetron itu bukan cerita untuk anakbukan dari sudut pandang anak. Diakuinya, bahwa dalam industri penyiaran, untuk membuat program anak memang sulit, lantaran anak-anak adalah audiens yang beda. Mereka belum mampu memilah-milah acara yang baik dan buruk untuk dikonsumsinya.

Hendriyanti juga menyoroti tentang penyangan iklan yang berdasarkan beberapa riset menyepakati tentang pengaruh besar dari informasi sebuah iklan. Dalam perkembangan sejauh ini, pengaruh yang muncul adalah masalah kesehatan. Karena iklan makanan sejauh ini memengaruhi anak-anak dalam mengonsumsi makanan tidak sehat dan mengandung kadar gula tinggi, hingga menyebabkan anak obesitas. “Tidak hanya makanan, iklan rokok juga bisa dipersepsikan positif bagi anak-anak,” begitu Hendriyanti mengingatkan.

Iklan rokok yang ditonton membuat anak memiliki persepsi positif terhadap perilaku merokok,” tuturnya lagi memaparkan. “Anak tidak melihat itu sebagai sesuatu yang berbahaya,” tambahnya Hendriyanti kemudian. Program anak yang berkualitas dan ramah itu bukan hanya sangat membutuhkan keahlian, tapi juga dukungan. Maka negara dalam hal ini memiliki peran penting dalam membimbing industri-industri penyiaran untuk memproduksi program acara anak berkualitas, agar membantu tumbuh kembang anak dengan baik.

Selain pemerintah dalam hal regulasi dan pengawasan, masyarakat juga memiliki peranan yang tidak bisa dipungkiri. Dalam hal moralitas dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat, penayangan penyiaran program anak. Demikian juga halnya dengan orang tua yang sangat dibutuhkan peranannya. Orang tua berperang penting membantu anak dalam memilih tayangan yang baik bagi anak-anak, tanpa lupa melakukan dampingan, saat anak mengonsumsi program siaran. “Serta bisa juga membatasi jam menonton anak,” begitu pesan Hendriyanti, menutup perbincangan kali ini. (Argopandoyo)

 

 


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

%d blogger menyukai ini: