Buka Konseling di Kantor, Yuk

Written by on Oktober 6, 2017

Para pemilik perusahaan didorong untuk menyediakan tempat atau wadah konseling bagi para pekerja. Hal ini dikatakan Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dr. Eka Viora sebagai salah satu upaya preventif atau pencegahan sekaligus penanganan masalah kesehatan jiwa di tempat kerja.

Eka mengatakan tempat konseling ini menjadi media bagi pimpinan perusahaan mengetahui potensi pekerjanya mengalami masalah kesehatan jiwa atau tidak. Pimpinan, misalnya, bisa langsung memanggil pekerjanya untuk konseling dengan melihat angka ketidakhadiran. Pasalnya, kata Eka, ketidakhadiran seorang pekerja turut dipengaruhi stres yang dialami saat bekerja.

“Tapi, kalau tempat konseling sudah disediakan, jangan malu-malu untuk konseling. Memang biasanya langsung ada label yang tidak mengenakkan kalau mau ikut konseling. Maka dari itu, kepada semua pekerja juga ditanamkan kesadaran perihal kesehatan jiwa,” kata Eka Viora.

Di samping itu, Eka juga mendorong pimpinan perusahaan semakin memperhatikan kenyamanan lingkungan kerja dan jenjang karier kerja yang jelas untuk mengurangi tingkat masalah kesehatan jiwa di tempat kerja, seperti stres dan depresi.

“Lingkungan kerja yang buruk dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik dan mental, penggunaan alkohol, sering tidak hadir kerja, dan produktivitas menurun,” tambah Eka.

Sementara itu, diketahui bahwa satu dari 7 orang disebut mengalami masalah kesehatan jiwa di tempat kerja. Diketahui pula, bahwa ternyata 10 persen dari pekerja mengajukan cuti sebenarnya dikarenakan depresi dan rata-rata dalam 36 hari kerja hilang setiap tahun dikarenakan depresi.

Mengingat hal ini, dunia menyoroti perihal kesehatan jiwa di tempat kerja dalam Hari Kesehatan Sedunia yang diperingati setiap 10 Oktober. Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dr. Eka Viora mengatakan sesungguhnya bekerja itu baik untuk kesehatan jiwa, tapi kondisi lingkungan kerja yang buruk dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik dan jiwa bagi seorang pekerja.

Untuk itu, selain menyediakan wadah atau tempat konseling, perusahaan juga didorong untuk menghilangkan stigma negatif bagi pekerja yang mengikuti konseling. Eka meminta setiap orang yang ada di lingkungan perusahaan tidak serta merta memberi cap negatif kepada rekan kerjanya yang mengikuti konseling. (Rikardo)

 


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

%d blogger menyukai ini: