“Beugh! Cuman Goceng Sekali Jalan”

Written by on Januari 10, 2018

Pemerintah Provinsi Jakarta telah meluncurkan Program Kerja yang bernama OK O’Trip, sebuah program yang diharapkan dapat mempermudah mobilitas sehari-hari masyarakat Jakarta. Kepala Bidang Angkutan Jalan Raya, Fajar mengatakan bahwa secara harafiah program ini diterjemahkan satu karcis untuk satu kali perjalanan. Karcis itu berupa pembayaran satu kali untuk satu perjalanan, dengan menggunakan berbagai moda angkutan yang ada agar ada perpindahan dari para pengguna kendaraan pribadi, menjadi pengguna angkutan masa dengan harga jasa angkutan yang lebih murah.

Fajar juga mengatakan bahwa penggunaan jasa angkutan massa oleh masyarakat ini akan mengeluarkan biaya yang sangat terjangkau. “Dengan hanya biaya maksimal lima ribu rupiah,” demikian kata Fajar. Uji coba pengguliran program ini akan berlangsung selama tiga bulan lamanya. “berlangsung dari tanggal 15 Januari 2018 sampai dengan tanggal 15 April 2018,” demikian Fajar menjabarkan. dan selama pengguliran selam uji coba tersebut, nilai yang perlu dikeluarkan masyarakat hanya tiga ribu lima ratus rupiah.

Fajar mengandaikan seorang warga dari rumah pergi ke tempat kerja di daerah Jalan Sudirman. Orang tersebut mengawali perjalanannya dengan menggunakan jasa angkot yang harganya tiga ribu rupiah. Dengan demikian, warga tersebut akan membayar sebesar tiga ribu rupiah. Lalu setelah naik angkot warga tersebut menggunakan jasa angkutan dengan bus yang berukuran sedang yang tarifnya seharga tiga ribu rupiah. Warga yang seharusnya membayar tiga ribu rupiah, dengan program ini warga tersebut hanya membayar sebesar dua ribu rupiah. Dengan demikian dalam perjalanan tersebut, warga tersebut sudah mengeluarkan biaya sebesar lima ribu rupiah.

Namun dengan nilai lima ribu tersebut, warga itu belum mencapai tujuan perjalanannya. Dan apanila tsetelah turun dari bus sedang tersebut lalu si warga itu menggunakan jasa angkutan Trans Jakarta, maka warga tersebut dibebankan biaya sebesar nol rupiah. “Karena sudah ditarik maksimal lima ribu rupiah. Deteksi pengeluaran perjalanan warga tersebut itu menggunakan kartu Ok O’Trip yang setiap angkutan di Jakarta memiliki “machine tap” yang adalah alat pendeteksi pembayaran dengan menggunakan kartu tersebut. Dan pada tahap uji coba ini, penerapannya hanya ada di empat kota di Jakarta, yaitu Jakarta Barat Jakarta Timur Selatan dan Jakarta Utara.

Dan untuk warga pengguna jasa angkutan hanya dengan satu kendaraan untuk satu kali perjalanan, maka warga tersebut akan dibebani biaya seharga harga mooda kendaraan yang berlaku. Biaya lima ribu rupiah itu sebenarnya menurut Fajar, berlaku jangka waktu 3 jam sejak “Tap in” pertama hingga “tapin” terakhir. Hal terbut sangat menguntungkan bagi warga yang pagi hari berangkat belanja kemudian pulang dengan tidak memakan waktu selama tiga jam. Artinya beban ongkos yang akan dikeluarkan paling banyak adalah hanya sebesar lima ribu rupiah.

Dengan penerapan OK O’Trip ini penyesuaian kendaraan angkutan pun juga akan terjadi di Jakarta. Selain peremajaan kendaraan, kebiasaan ngetem sopir akan dihilangkan, karena para sopir akan mendapatkan gaji standar upa minimum provinsi. “Dapet BPJS juga dapet segala macem,” begitu ungkap Fajar. Sedangkan operator jasa angkutan akan mendapat kontrak dari Trans Jakarta dengan pembayaran rupiah per-kilometernya. Selain itu perawatan rutin kendaraan pun akan mendapat perhatian dari pemerintah provinsi.

Dari program ini pemerintah provinsi ini diharapkan warga di jakarta bisa meninggalkan kendaraan pribadinya dan memilih untuk menggunakan angkutan umum sebagai pemenuhan mobilitas warga. Kartu OK O’Trip bisa di dapat di loket-loket Trans Jakarta, dengan harga 40.000 rupiah. Dan untuk setiap pembelian kartu, di dalamnya terdapat saldo penggunaan sebesar 20.000 rupiah, dan bisa melakukan isi ulang saldo pada mini market mini market yang tersebar di tengah-tengah pemukiman masyarakat.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

%d blogger menyukai ini: