Publik dan Pekerja Media yang Sadar Politik

Written by on Januari 11, 2018

 

Begini jadinya kalau pemilik media merangkap politisi dan sebaliknya. Mars partai politik yang dipimpin pemilik media berseliweran tayang di medianya tanpa kenal waktu. Parahnya, mars tersebut dan ditambah iklan ditayangkan bahkan jauh sebelum jadwal kampanye digulirkan.

Pemerhati media dari Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran (KNRP) Ignatius Haryanto mengatakan tinggal kini mengajak publik lebih sadar dan melek politik menyikapi isi tayangan di layar kaca yang dijejali dengan mars dan iklan kampanye partai politik.

“Publik harus sadar bahwa tidak serta merta partai politik yang banyak iklannya lantas layak dipercaya,” kata Ignatius Haryanto dalam program Teman Sore: Bincang Siar bersama KNRP.

Di samping itu, Ignatius juga mendorong publik harus seksama memeriksa rekam jejak, tidak langsung terpesona pada partai politik yang jor-joran beriklan di media. “Kan lagi tren pengusaha jadi politisi. Mari masyarakat tidak hanya terpesona. Mari periksa lebih jauh. Apakah visi misi mereka ini masuk akal atau tidak,” tambah Ignatius.

Publik, dalam hal ini pekerja media, juga termasuk pihak yang menurut Ignatius harus lebih sadar dan melek politik. Dia berharap pekerja media tidak mau begitu saja menerima perintah-perintah yang datang dari pimpinan media yang memanfaatkan media yang dimiliki untuk penayangan mars dan iklan kampanye politik partai yang dipimpinnya.

“Bagaimanapun juga kalau mereka menganggap dirinya sebagai profesional, mereka juga harus bisa menyebut ada batas toleransi tertentu mereka tidak lagi menerima intervensi dari pemilik dan yang juga sebagai politisi,” tegas Ignatius.

Kalau para pekerja media merasa profesional, kata Ignatius, mereka akan memilih lebih setia kepada profesinya daripada harus mengikuti kepentingan pimpinannya yang mungkin punya kepentingan-kepentingan lain.

“Inilah juga waktu untuk membuktikan bahwa para profesional media saat ini juga harus berani mengambil sikap, posisi di mana mereka tidak lagi harus menerima begitu saja apa yang diperintah bos-bos mereka. Apakah itu akan terjadi, kita nggak tahu. Kita tunggu saja,” tutup Ignatius. (rik)


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

%d blogger menyukai ini: