Waspada Gangguan Psikologi dari Aktivitas Sosial Media

Written by on Januari 15, 2018

Adakah Anda merasa rendah diri dan kecil hati setelah melihat konten sosial media teman atau idola? Ditambah lagi dengan rasa kecewa karena kalah cepat mengetahui informasi tertentu yang tersebar di sosial media? Waspadai masalah psikologi ada pada Anda apabila Anda memberi jawaban: “Ya”.

Berlama-lama berselancar di sosial media, apalagi dengan isi atau konten yang negatif akan berdampak buruk bagi Anda. Indikatornya mudah saja: konsentrasi kerja (atau belajar bagi pelajar) menjadi menurun dan berbanding lurus pula dengan produktivitas dan prestasi akademik.

“Ada yang kecanduan. Artinya, kalau nggak buka sosial media dalam periode waktu tertentu akan menimbulkan kecemasan bagi pengguna. Ditambah nggak mau ketinggalan tentang perkembangan di sosial media, yang berujung kekecewaan,” kata Ayunda Zikrina, pegiat di Pijar Psikologi.

Dalam kajian psikologi, kata Ayunda, kondisi ini disebut dengan “fear of missing out”. Kondisi di mana pengguna media sosial merasa ketakutan atau cemas apabila melewatkan waktu tanpa memperbaharui informasi via sosial media.

Di samping itu, Ayunda juga menekankan perihal konten yang disebarkan seseorang melalui sosial media dapat menggambarkan keadaan psikologi. Tapi, Ayunda meminta agar jangan langsung memberi penilaian kepada seseorang apabila, misalnya, isi pernyataan di sosial medianya mengandung kegelisahan dan kesedihan.

“Kita nggak berhak menghakimi karena setiap orang sah-sah saja menyampaikan pendapat di akun milik sendiri,” ujar Ayunda.

Untuk menghindari dampak negatif bagi perkembangan psikologi akibat penggunaan sosial media yang berlebihan, Ayunda menyarankan agar setiap orang membalikkan kebiasaan penggunaan sosial media. Dia juga mendorong setiap orang agar tetap mengingatkan diri sendiri bahwa berkomunikasi dengan lingkungan luar sangat penting.

“Tetaplah keluar rumah. Beraktifitas dan berkomunikasi dengan lingkungan luar. Sesekali istrahatkan perangkat selular dan internet. Atau dengan olahraga, waktu bermedia sosial berkurang tapi badan tetap sehat,” saran Ayunda. (Rik)


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: