Gangguan Jiwa dalam Mengasup Makanan

Written by on Januari 22, 2018

Eating disorder adalah gangguan prilaku makan yang cukup berat dimana seseorang membatasi atau merlebihkan asupan makan. Hal itu terjadi akibat rendah nya soft esteem, yaitu rasa mendapat penilaian yang tidak berharga. “Dan kasus ini termasuk dalam buliemia eating Disorder,” demikian ungkap Grace Indrawati, psycholog dari Universitas Pelita Harapan. Penderita biasanya mengalami gangguan, akibat dari terpaan kritik atau pembatasan gerak seseorang dalam hal mengolah asupan. Penderita mengolah asupan tersebut dengan tujuan agar penampilan tunuhnya bisa diterima orang lain.

Dan ketika gagal menjaga asupan makanannya justeru akan dengan kesengajaan untuk makan berlebihan. Dan kondisi inilah yang kemudian dikenal sebagai Bulimia Nervosa, yaitu kelainan cara makan yang dapat diidentifikasi dari cara kebiasaan makan berlebihan secara terus menerus. Bulimia sebagai pola makan yang sering terjadi pada wanita yang biasanya sebagai bentuk penyiksaan terhadap diri sendiri. Dan yang paling sering dilakukan oleh 75% lebih penderita adalah makan berlebihan hingga membuat dirinya muntah.

Bulimia diakibatkan oleh kondisi psikologi pasien yang cenderung melakukan diet dengan ketat seta olahraga berlebihan. Dan begitulah ciri khas penderita penyakit bulimia sebagai aksi mengurangi rasa benci atau rasa bersalahnya. Penderita kebanyakan terobsesi membersihkan diri dari makanan yang diasup agar makanan yang masuk tidak sempat terserap tubuh. Penderita menyantap lahap makanan biasanya terdorong depresi atau stress terhadap sesuatu yang berhubungan dengan berat badan, bentuk tubuh atau makanan.

Kebanyakan penderita menganggap makan sebagai kegiatan menyenangkan dan dapat menghilangkan depresi. Namun akhirnya pada waktu yang tidak lama penderita membenci makanan serta marah atas kontrol diri yang dirasa gagal, hingga penderita pun berusaha membersihkan makanan tersebut dari tubuhnya. Memang aksi pembersihan biasanya berlangsung seketika, namun ada beberapa penderita yang melakukannya pada beberapa periode setelahnya. Dan yang mengerikannya, penderita bulimia memiliki berat badan stabil sehingga penyakit ini jarang diketahui masyarakat umum.

Mengatasi gangguan ini membutuhkan penanganan khusus yang setidaknya memakan waktu 3 hingga 6 bulan. Para penderita dan orang terdekat harus memahami penanganan dan kesembuhan penderita tidak bisa didapat dalam waktu singkat dan drastis. Pendampingan bagi penderita oleh keluarga atau teman terdekat sebaiknya tanpa nasihat yang menggurui, karena yang menurut kita mudah dilakukan sebenarnya tak mudah bagi penderita eating disorder,” tuturnya. Perlu pemahaman bahwa penyembuhan terhadap gangguan ini membutuhkan waktu yang lama. Ada yang tiga bulan hingga ada yang enam bulan lamanya.

Selain dampingan, ada terapi-terapi yang bisa dilakukan para penderita eating disorder. Beberapa kegiatan terapi itu adalah seperti Family Behaviour, Cognitive Behaviour, Hipnoterapi, Relaksasi, dan Eating Coaching. Family Behaviour adalah terapi yang memiliki tingkat kesuksesan penanganan tertinggi, dimana keluarga dilibatkan sebagai proses pemulihan. Terapi ini melibatkan keluarga yang akan membantu penderita lebih yakin. Cognitive Behaviour sendiri diadakan mengingat penderita berpola berpikir salah dalam memandang tubuh, penampilan, diri sendiri, dan lingkungan. Terapi yang memfokuskan pada modifikasi pola pikir agar perubahan perilaku dan emosi dapat tercapai.

Kemudian juga ada Hipnoterapi sebagai penunjang dua terapi sebelumnya yang memfokuskan pada perubahan pikiran bawah sadar. Pemikiran bawah sadar itu yang berkontribusi munculnya kebiasaan-kebiasaan perilaku makan yang salah. Lalu relaksasi sebagai terapi yang sama seperti hipnoterapiyang juga terapi penunjang dua terapi sebelumnya. Relaksasi dibutuhkan untuk dapat mengatasi emosi negatif yang berlebihan sehingga dapat memicu atau memperkuat gangguan makan, serta membantu melatih pengendalian diri dengan tepat. Dan akhirnya Eating Coaching yang juga penunjang dua terapi di awal yang merupakan pendampingan saat makan, untuk melatih cara makan yang tepat dan benar agar dapat mengatasi pola makan yang salah dan menyimpang.

.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: