Selamatkan Manusia, Sumber Daya Alam, dan Tanah Papua!

Written by on Januari 22, 2018

Sebagai wilayah kepulauan yang memiliki keindahan alamnya, Indonesia memiliki berbagai daerah tujuan wisata masyarakat dunia. Salah satunya adalah daerah wisata Raja Ampat yang terletak di Kabupaten Raja Ampat. Sampai saat ini, kebanyakan para wisatawan yang berkunjung bukan sekedar memandang keindahan alamnya. Namun dari catatan aktivitas wisata, para penyelam sangat tertarik dengan keindahan pemandangan bawah laut dari gugusan pulau Raja Ampat. Daerah wisata Kepulauan Raja Ampat adalah rangkaian empat gugusan pulau berdekatan dan berlokasi di bagian barat Pulau Papua yang bentuknya seperti Kepala Burung. Secara administrasi, gugusan pulau-pulau ini berada di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

Empat gugusan pulau itu adalah Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta. Semua wilayah itu adalah tanah dan air serta angkasa milik masyarakat adat dan sudah pasti milik masyarakat setempat yang seharusnya dinikmati masyarakat setempat. Setiap yang dimiliki dan dipunya masyarakat Raja Ampat, “Sudah selayaknya dirasakan dan juga dinikmati oleh masyarakatnya,” begitu ungkap Paul Fincen Mayor, yang adalah seorang Mananwir Raja Ampat. Pemerintah, katanya, sering melakukan pembangunan tanpa pernah melibatkan masyarakat adat di Raja Ampat.

Keterlibatan keinginan masyarakat adat dalam perencanaan pembangunan tentu akan menguntungkan masyarakat adat sebagai pemilik pemilik tanah dan wilayah adat. Menurut Paul, pihaknya selalu mengutarakan hal tersebut melalui media dan membangun komunikasi dengan beberapa pejabat Pemerintah Kabupaten Raja Ampat. “Masyarakat itu selalu mengeluhnya ke kami,” begitu ungkap Paul. Masalah-masalah yang sering masuk dalam pengaduan masyarakat itu adalah penyerobotan tanah, laut dan hutan. masyarakat adat perlu mendapat perhatian, lantaran kebanyakan masyarakat telah lama hidup dengan aturan adat, jauh sebelum negara dan peraturannya terbentuk.

Menurut Paul, semenjak mereka lahir mereka sudah hidup bersama dengan adat itu. “Dan mereka hidup nyaman tanpa negara,” demikian Paul mengutarakan. Dan ketika negara tebentuk, pasti bertujuan untuk mensejahterakan masyarakatnya. Kesejahteraan tersebut bisa didapat bila pemerintah berkomunikasi dengan masyarakat adat, “Secara komperhensif, kontinyu, dan bekomunikasi dengan flrxible,” begitu papar Paul yang adalah juga Ketua Dewan Adat Kabupaten Raja Ampat. Sampai saat ini, pengelolaan pariwisata yang dilakukan oleh pihak yang bukan masyarakat setempat tampaknya lebih baik ketimbang yang dikelola oleh masyarakat asli Raja Ampat, alias tidak laku. “Kenapa tidak laku?” paul bertanya, “Ya itu evaluasi pemerintah,” begitu ungkapnya mengutarakan.

Paul juga mengutarakan bahwa sejak tahun 2014 ia pernah mengatakan ketika potensi suatu daerah diangkat maka akan terjadi imperealisme kebudayaan. “Budaya luar akan menguasai budaya lokal,” begitu paparnya. Itulah mengapa sebuah pembangunan, termasuk pembangunan pariwisata harus melibatkan masyarakat adat dengan mengkomunikasikan, agar pemerintah bisa mengetahui dan mengerti keinginan masyarakat adat, karena otonomi khusus bagi Papu adalah melibatkan pihak adat. Jadi pembangunan yang akan dilakukan pemerintah sudah sepantasnya menyertakan para masyarakat ada.

Mananwir Paul Fincen akhirnya mengungkapkan bahwa dari awal Indonesia yang datang ke Papua beberapa kali dan melakukan pembangunan infrastruktur di tanah Papua. Oleh sebab itu ia juga menekankan bahwa pemerintah pusat juga melakukan komunikasi dengan para pemimpin adat Papua yang ada di Dewan Adat Papua, “Dan komunikasikan dengan 7 wilayah adat itu,” begitu sarannya. Ia berharap pemerintah bisa mendengar suara hati masyarakat Papua, dan ia juga berharap agar masyarakat Papua bisa bertahan dari segala gempuran terhadap masyarakat Papua, kekayaan alam Papua dan tanah adat Papua, agar baik pemerintah pusat dan masyarakat Papua bisa sama-sama mewujudkan seruan Deklarasi Biak untuk selamatkan Manusia, Sumber Daya Alam, dan Tanah Papua.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: