Makanan Organik Menjaga Keharmonisan Alam Semesta

Written by on Januari 25, 2018

“Membangun kesadaran adalah hal utama yang harus dilakukan agar setiap orang bisa hidup sehat,” demikian ungkap Emilia Nursanti Wibisono Chairwoman Asosiasi Kelola Masyarakat Sadar Sehat atau KEMAS. Pada umumnya setiap orang sangat menginginkan hidup dengan sehat, “tapi kemampuan kita untuk menuju sehat membutuhkan proses,” lanjut Emilia. Masyarakat kebanyakan menurutnya lebih ingin merasakan hasilnya namun enggan untuk menjalankan proses hidup sehat, dalam hal ini cara sehat dengan asupan sehat. Manusia modern saat ini banyak sekali yang ingin mendapat segala sesuatunya dengan instan.

Setiap mengerjakan banyak hal sepertinya ingin juga mendapatkan hasilnya dengan secara instan, “Dan dimulainya juga dengan makanan instan,” begitu ungkapnya. Dan ungkapannya itu seperti menyadarkan kita bahwa kebanyakan kita sebagai masyarakat yang hidup di “zaman now” ini, telah memulai dan menjalankan hidup dengan cara yang tidak sehat. membuka perbincangan tentang kesadaran hidup sehat dengan memanfaatkan tanaman oraganik. Organik yang berasal dari kata organ yang berarti bagian dari organ lainnya dimana dalam keberadaan tunggal akan disebut sebagai organis.

Dan sebagai suatu makhluk hidup setiap organisme, setiap organ yang ada dimuka bumi ini, “harusnya melayani organisme yang lain secara harmonis,” begitu papar Emilia yang juga Co Founder GEMASS, Gerakan Masyarakat Sadar Sehat. Dengan demikian untuk mewujudkan keharmonisan makhluk hidup itu, perlu adanya kesadaran bersama untuk membudi dayakannya. Kebanyakan masyarakat bila disebut kata “organik”, selain tanaman maka konotasi umumnya adalah makanan. “Makanan itu asalnya dari tanaman,” Emilia merangkai hubungan keduanya.

Maka selanjutnya, kita harus bisa mengerti bagaimana cara tanaman dibudidayakan secara organik? Sebetulnya, masih menurut Emilia, alam semesta ini telah memberikan unsur hara yang luar biasa di dalam tanah. Unsur hara yang dimaksud adalah kandungan organik yang dalam hal ini yang ada di dalam tanah. “Nah tanah itu dianggap sebagai organ,” kata Emilia yang juga pegiat Aliansi Organik Indonesia. Tanah merupakan organ dari alam semesta yang tidak bisa dipisahkan dari organ-organ lain yang juga dimiliki oleh alam semesta.

Oleh sebab itu dalam melakukan proses pembudidayaan tanaman organik, “kita fokus untuk membudidayakan alam semesta, ” begitu papar Emilia, “Seperti kita merawat tubuh kita,” jelasnya menambahkan. Dalam komunitas pembudidayaan tanaman organik pun, untuk menanamkan keharmonisasian tidak ada istilah hama. “Kami menyebutnya serangga,” ungkap Konsultan Pangan Organik itu. Emilia juga mengungkapkan bahwa di perkebunan organik tidak ada yang dibasmi atau dibunuh. “Kalau ada serangga biasanya di-trap,” begitu kata Emilia. Di-trap maksudnya memperangkap serangga yang menghinggap pada tanaman budidaya.

Pendiri Organik Club ini mengatakan semua perlakuan dalam pembudidayaan selalu menjaga keharmonisan alam semesta, “kita memakai apa yang disediakan alam,” demikian Emilia. Cara penanaman tanaman mulai dari pembibitan, perawatan dan pengawasan hingga penuaian dapat ditemukan di setiap tempat-tempat pembudidayaan tanaman organik. Karena dari tempat-tempat itulah kita bukan hanya bisa mendapatkan tanaman organik, namun juga mendapatkan bahan makan dan bahan makanan organik. Makanan organik yang benar dan makanan organik yang baik adalah makanan organik yang benar-benar makanan organik.

Cara mengetahui makanan organik yang benar atau tidaknya itu, adalah dengan memastikan memperolehnya di perkebunan tanaman organik. Jadi makanan organik itu bukan karena mahal atau karena labelnya saja tapi justeru terjangkaub dan menyehatkan yang mengonsumsinya. Emilia mengarahkan bahwa sebaiknya setiap orang bisa membuat tubuhnya menjadi saluran penyehat juga, untuk menghasilkan kesehatan yang berkesinambungan. “Sehat itu yang pertama belajar dulu,” begitu pesan Emilia. Berlajar itu adalah mencoba mengerti kebutuhan tubuhnya, mengatasi kebiasaan buruk dan yang terutama adalah bagaimana cara memperaktakannya di kehidupan sehari-hari.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: