Serba-Serbi Grup C: Susah-Susah Mudah buat Perancis

Written by on Januari 26, 2018

Banyak yang mengatakan bahwa pada pengundian grup putaran final Piala Dunia 2018, Perancis mendapatkan durian runtuh alias keberuntungan. Perancis ditentukan di Grup C bersama Denmark, Australia dan Peru. Di atas kertas, tim pangeran biru tentunya menjadi tim favorit memuncaki grup C. Apa benar? 

Ya, secara hitung-hitungan pengamat, benar adanya. Namun di dunia sepakbola, tiada yang tidak mungkin terjadi. Dari ketiga tim, relatif hanya Denmark yang dapat ‘dibaca’ gaya permainannya oleh Perancis. Pasalnya, selama ini anak-anak asuhan Didier Deschamps tak pernah sekalipun berhadapan dengan Australia, dan hanya sekali melawan Peru di lapangan hijau. Dalam wawancara dengan FIFA, Deschamps mengatakan bahwa memang tim asuhannya berada di grup yang relatif mudah dilalui, tapi kemudahan yang ada justru diakui tak akan semudah menjentikkan jemari.

Tanpa mengecilkan keberadaan Australia dan Peru, pertandingan kunci di Grup C adalah antara Denmark vs Perancis pada tanggal 26 Juni 2018 di Luzhniki Stadium, Moskow. Dua tim hebat asal benua Eropa tersebut sudah saling mengenal karakter permainan masing-masing. Melihat rekam jejak pertemuan mereka, keduanya saling mengalahkan. Pada saat menjadi Juara di Piala Dunia 1998, Perancis unggul 2-1, sementara Denmark mengalahkan Perancis saat Piala Dunia 2002 dengan kemenangan 2-0 tanpa balas. Nah, siapakah nanti yang bakal menang di duel terbaru di Rusia mendatang?

Pertemuan semata wayang Perancis dan Peru sebelumnya terjadi di Parc des Princes, tahun 1982. Kala itu Michel Platini dan kawan-kawan kalah 0-1 dari Peru melalui gol di menit 82 dari Juan Carlos Oblitas.  Sementara Australia di ajang Piala Dunia 2018 bakal dilatih oleh pelatih anyar mereka yang sudah tak diragukan lagi, Bert van Marwijk. Ya, van Marwijk baru saja diumumkan menjadi arsitek The Socceroos di Rusia. Pelatih asal Belanda tersebut sebelumnya berhasil membawa tim nasional Belanda berlaga di Final Piala Dunia 2010, sebelum akhirnya dikalahkan oleh Spanyol.

Bicara peluang, ucapan Deschamps ada benarnya. Pasalnya berdasar peringkat FIFA, Grup C merupakan grup yang paling menantang dibanding grup lainnya. Grup C dihuni oleh pemilik peringkat 9 (Perancis), 39 (Australia), Peru (11) dan Denmark yang berada di peringkat 12 dunia.

Terakhir, dari sisi statistik, yang menarik adalah fakta Tim Cahill (Australia) menelurkan gol di 3 putaran final Piala Dunia yang berbeda. Nah, bila di Rusia nanti penyerang asal Negara Kangguru itu berhasil mencetak gol, maka itu akan memasukkan namanya ke klub elite bersama Uwe Seeler (Jerman), Pele (Brazil), dan Miroslav Klose (Jerman). Klub elite tersebut berisi para pemain yang berhasil mencetak gol di 4 putaran final piala dunia berbeda.

Siapa jagoan Anda?


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: