9 Cara Generasi Milenial Mempengaruhi Gaya Makan Jaman ‘Now’

Written by on Februari 22, 2018

Jika kita perhatikan, kurang lebih 10 tahun terakhir telah terjadi sebuah perubahan positif dari trend gaya makan masyarakat dunia. Perubahan tersebut, menurut banyak pengamat, disebabkan oleh generasi milenial, sebuah generasi yang lahir dalam periode awal 1980an hingga 2004. Di Amerika Serikat contohnya, generasi milenial saat ini menjadi acuan preferensi makanan dari generasi lainnya. 

Banyak pihak menjadikan pola makan generasi milenial sebagai patokan apa belanjaan mereka dan apa yang akan mereka makan di restoran. Milenial adalah mereka yang saat ini berada di perguruan tinggi, yang baru mulai bekerja, pasangan muda atau pasangan yang baru memiliki anak. Nah, seperti kami lansir dari Washington Post, berikut ini 9 cara generasi milenial mempengaruhi pola makan jaman ‘Now’:

 

Mereka menginginkan kebenaran dari para produsen makanan

Sejumlah produsen besar makanan sudah memulai mendengarkan permintaan konsumen tentang transparansi isi/kandungan (ingredients) dan sumber dari makanan produksi mereka. Permintaan tersebut didorong oleh generasi milenial yang selalu ingin tahu bagaimana makanan mereka dibuat. Dengan begitu, masyarakat diuntungkan dengan akses informasi yang transparan di label makanan yang ada di toko swalayan.

 

Mereka ingin ‘tampil beda’ atau memakan ‘sesuatu yang gue banget

Kita ketahui, setiap manusia diciptakan berbeda atau unik satu dengan yang lain. Nah, dengan cara berpikir tersebut, generasi milenial ingin makanan mereka pun diproduksi sesuai dengan keinginan dan gaya mereka (kostumisasi). Untuk itu, banyak produsen makanan melakukan kostumisasi terhadap makanan yang mereka produksi, mulai dari bentuk, rasa, hingga cara penyajian. Anak-anak jaman ‘Now’ menyebut semua itu dilakukan agar lebih ‘kekinian’…

 

Mereka inginkan hal yang mudah/simple and easy

Menurut survey makanan dan kesehatan 2017 yang dilakukan International Food Information Council, 55 persen dari generasi milenial mengutamakan kenyamanan saat membeli makanan daripada cita rasa (yang diutamakan generasi baby boomers). Karena itu, jangan heran kalau saat ini banyak sekali menjamur pola kemasan dan cara penyajian makanan yang ‘kekinian’, mulai dari model tempat makan, layanan pesan antar makanan, food trucks, pesan daring atau online, serta produksi makanan dan minuman cepat saji di toko swalayan.

 

Mereka mengubah definisi ‘sehat’

Jika Anda bertanya kepada generasi milenial apa itu restoran yang menyajikan makanan sehat, mereka tidak akan menjawab ‘yang rendah lemak atau tinggi serat’. Kemungkinan besar, generasi milenial mengatakan seputar restoran yang menyajikan makanan yang alami, organik, bersumber lokal (bukan impor) dan terbarukan (sustainable food). Sebagai contoh, coba lihat saat ini banyak kedai kopi baru yang bersaing menyajikan kopi hasil kebun dari daerah-daerah di Nusantara.

 

Mereka menginginkan makanan bayi yang lebih baik

Khusus untuk generasi milenial yang baru saja memiliki anak, mereka lebih mengutamakan kualitas makanan bayi dan variasi makanan yang lebih baik sebagai makanan pendamping ASI (usai masa ASI Eksklusif tuntas). Coba saja perhatikan di pasaran, banyak dijual makanan pendamping ASI yang mengandung bahan organik misalnya.

 

Mereka lebih menghargai bumi/mencari makanan yang ramah lingkungan

‘Bumi kita satu’, ‘Tidak ada bumi yang lain, maka jagalah!’, dan masih banyak jargon lainnya yang lantang tersiarkan dari mulut generasi milenial. Saat memesan makanan, generasi milenial akan lebih concern darimana sumber (asal) makanan dan bagaimana makanan itu dihasilkan, juga apakah cara produksi makanan itu dari awal sudah ramah lingkungan atau belum. Kesinambungan alam menjadi isu prioritas saat generasi milenial memesan makanan. Mereka sangat peduli terhadap kelestarian alam mereka.

 

Mereka lebih suka makanan kecil/ringan

Mungkin karena mobilitas dan dinamika jaman ‘Now’ yang sedemikian cepat, generasi milenial lebih memilih makanan ringan yang sehat daripada ‘makan besar’. Nah, hal ini ditanggapi produsen makanan dengan membuat kemasan makanan yang mudah dibuka, dan dapat dibawa kemana-mana alias portable.

 

Mereka suka Keto Diet

Di jaman ‘Now’, siapa yang tak tahu diet keto. Menurut survey, 47 persen generasi milenial mengatakan bahwa protein hewani adalah protein yang sehat. Sementara generasi di atas mereka hanya 26 persen yang menyebut demikian. Demikian juga pandangan mereka terhadap minyak kelapa, krim dan mentega, sebagai kandungan makanan sehat.

 

Mereka suka mencoba apapun

Bila ada tempat makan baru dimanapun, kemungkinan besar generasi milenial akan tertarik untuk datang. Generasi milenial dideskripsikan sebagai generasi yang penuh rasa ingin tahu (kepo) dan berpikiran terbuka. Mereka suka mencoba rasa yang baru, bumbu masak tradisional dan tidak akan malu mengatakan bahwa mereka suka sayuran atau bahkan menjadi vegetarian.

 

Nah, cara mana yang Anda sadari mempengaruhi gaya makan Anda saat ini di jaman ‘Now’?


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: