Jelang Piala Dunia 2018: Ini Dia Statistik Sang Juara Bertahan!

Written by on Februari 23, 2018

Di ajang Piala Dunia 2018 di Rusia mendatang, Tim Nasional Jerman menyandang gelar ‘sang juara bertahan’. Hal tersebut diakui pelatih Joachim Low sebagai motivasi sekaligus ancaman buat anak-anak asuhnya, mengingat semua tim bakal termotivasi lebih tinggi untuk mengalahkan mereka. Untuk itu, menurut Low, Der Panzer memerlukan kekuatan yang luar biasa untuk dapat membawa kembali Piala Dunia ke negeri mereka.

Sekarang ini kami adalah juara dunia, juara bertahan Piala Konfedereasi, tim peringkat nomor satu dunia. Secara statistik kami di atas semua tim, ini membanggakan sekaligus membahayakan,” ujar Low seperti dikutip dari Soccerway.

Ya, Jerman patut berbangga mengingat di babak kualifikasi zona Eropa, mereka dapat tetap tampil digdaya dengan mengandalkan kekuatan para pemain muda, generasi yang sebagian besar tak ikut merebut Piala Dunia 2014. Nah, seperti apa statistik Sang Juara Bertahan jelang gelaran Piala Dunia 2018? Ini dia…

244 umpan yang berhasil dilakukan oleh Penjaga Gawang Jerman, Manuel Neuer di Brazil 2014, lebih banyak daripada Lionel Messi (242), Wesley Sneijder (242), Thomas Muller (221), Arjen Robben (201), dan Paul Pogba (197).

84 kilometer adalah total jarak yang dihasilkan dari pergerakan Thomas Muller di lapangan hijau Brazil 2014. Hal tersebut lebih jauh daripada pemain manapun dan sama dengan dua kali jarak marathon yang pernah ada. Sebelumnya Xavi (Spanyol) berhasil bergerak sejauh 80 kilometer di Piala Dunia 2010 (Afrika Selatan).

76 tahun Jerman menantikan kesempatan untuk dapat menang dengan marjin 6 gol di babak knockout Piala Dunia sampai akhirnya mereka menggasak Brazil 7-1 di Belo Horizonte. Hal yang sama dilakukan Honggaria di babak pertama. Juga Swedia yang menang 8-0 di babak perempat final Piala Dunia 1938 Perancis saat melawan Hindia Belanda dan Kuba. Kekalahan Brazil dari Jerman bisa dikatakan sama saat mereka kalah 0-6 dari Uruguay di tahun 1920.

32 tahun setelah seorang pemain berbasis klub Spanyol dimasukkan ke dalam skuad Jerman Barat (Jerman kala itu, Joachim Low memasukkan Sami Khedira. Sebelumnya ada Gunter Netzer (1974) dan Uli Stielike (1982), keduanya berasal dari klub Spanyol, Real Madrid. Sebagian besar pemain Tim Nasional Jerman (dahulu Jerman Barat) berasal dari klub-klub Liga Serie A Italia.

22 tahun dan 40 hari merupakan usia Mario Gotze saat mencetak gol di Final Piala Dunia 2014, menjadikan dia pencetak gol termuda di babak final ajang tertinggi sepakbola dunia itu. Sebelumnya, dilakukan juga pemain Jerman, Wolfgang Weber (22 tahun dan 33 hari) di tahun 1966. Statistik termuda juga pernah disandang oleh Pele (Brazil) di tahun 1958 (17 tahun dan 249 hari), Carlos Peucelle (Argentina) di tahun 1930 (21 tahun dan 320 hari), dan Pablo Dorado di tahun 1930 (22 tahun dan 38 hari).

17 kali kemenangan di Piala Dunia yang diraih oleh Miroslav Klose saat Final Piala Dunia Brazil 2014, mematahkan rekor Cafu (Brazil). Secara impresif, Jerman menempatkan 6 pemain mereka di posisi 10 besar pemain yang dengan kemenangan terbanyak, yaitu Philipp Lham, Lothar Matthaus, Wolfgang Overath, dan Bastian Schweinsteiger, dengan 15 kali kemenangan. Lalu Per Mertesacker dengan 14 kali kemenangan. Pemain negara lainnya, Ronaldo dengan 15 kali kemenangan serta Lucio dan Paolo Maldini dengan 14 kali kemenangan.

9 pemain yang berhasil memenangkan Piala Champions dan Piala Dunia di tahun yang sama setelah Sami Khedira. Delapan pemain lainnya, Sepp Maier, Hans-Georg Schwarzenbeck, Franz Beckenbauer, Paul Breitner, Uli Hoeness, Gerd Muller (semua di tahun 1974), Christian Karembeu (1998) dan Roberto Carlos (2002).

7 meter dan 68 centimeter adalah ukuran menara yang dapat dihasilkan dengan menggabungkan tinggi badan 4 pemain bertahan mereka di tahap grup. Ini adalah ukuran tertinggi yang pernah dibuat sepanjang sejarah Piala Dunia. Empat pemain bertahan Jerman itu adalah Per Mertesacker (1.98m), Jerome Boateng (1.92), Mats Hummels (1.91m) dan Benedikt Howedes (1.87m). Mertesacker dan  Hummels adalah pemain belakang (centre-backs) Jerman yang mengalahkan tinggi badan dua centre-backs Argentina di tahun 1978, Daniel Passarella (1.73) dan Luis Galvan (1.74).

5 gol yang berhasil dicetak Thomas Muller dari ajang Piala Dunia yang pernah dia ikuti. Muller adalah orang ketiga setelah Teofilo Cubillas (1970 dan 1978) dan Miroslav Klose (2002 dan 2006).

5 Juara Piala Dunia sebelum 2014 adalah tim nasional yang memakai kaos atau celana biru, sampai akhirnya anak-anak asuhan Joachim Low mematahkan tren tersebut di Brazil 2014.

4 gol adalah jumlah gol yang dicetak Jerman di pertandingan pertama Piala Dunia 2014 saat melawan Portugal. Hal tersebut membuat Jerman menjadi satu-satunya tim nasional yang mencetak kemenangan dengan jumlah gol di atas 4 selama 4 kali Piala Dunia berturut-turut, tiga lainnya saat melawan Saudi Arabia di tahun 2002 (8-0), Kosta Rika di tahun 2006 (4-2), dan Australia di tahun 2010 (4-0). Sejak tertahan 1-1 saat melawan Uruguay di Mexico 1986, Jerman berhasil meraih 7 kali kemenangan berturut-turut di pertandingan pembuka mereka di Piala Dunia dengan mencetak 27 gol dan hanya 3 kali draw.

4 kali Final Piala Dunia yang berhasil dimenangkan oleh Jerman (dahulu Jerman Barat) dengan marjin 1 gol, yaitu saat mengalahkan Hunggaria 3-2 di tahun 1954, Belanda 2-1 di tahun 1974, dan Argentina 1-0 di tahun 1990 dan 2014.

4 umpan yang berhasil menjadi gol dilakukan Toni Kross saat Piala Dunia 2014 di Brazil, hal yang sama dilakukan oleh Juan Cuadrado (Kolombia) di ajang yang sama. Hingga kini tidak ada pemain yang berhasil melakukan umpan sebanyak pemain Jerman Thomas Hassler saat Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Kross berada di puncak Castrol Index dengan rating 9.79 diikuti oleh Arjen Robben (Belanda) di peringkat kedua.

3 Final Piala Dunia 2014 antara Argentina versus Jerman adalah yang terbanyak. Sebelumnya mereka juga bertemu di final tahun 1986 dan 1990. Pertemuan kedua rival itu di Maracana (final Piala Dunia 2014) adalah pertemuan ketujuh mereka di ajang Piala Dunia. Hal tersebut membuat mereka menjadi negara yang paling banyak bertemu di ajang tertinggi sepakbola dunia itu.

3 kali menjadi skuad juara yang dimiliki oleh Phillipp Lahm di Piala Dunia 2014 menyamakan rekor Djalma Santos dan Franz Beckenbauer.

2 pemain menjalankan debut mereka di Final Piala Dunia. Setelah pemain Uruguay Ruben Moran, pemain Jerman Christoph Kramer (24 tahun saat itu) menjalankan debut internasionalnya kala Jerman mengalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2014. Kala itu, Kramer secara mengejutkan menggantikan Sami Khedira yang mengalami cedera. Kramer bermain selama kurang lebih 12 menit.

1 menit dan 15 detik adalah jarak yang diperlukan Jerman untuk menghasilkan 3 gol di babak pertama kala menggasak Brazil di Piala Dunia 2014. Lima puluh enam detik pertama Miroslav Klose membobol gawang Brazil untuk pertama kali. Berdasarkan catatan FIFA, Jerman hanya membutuhkan waktu 6 menit dan 30 detik untuk membobol gawang Brazil sebanyak 4 kali.

Nah, bagaimana? Apakah Jerman bakal menjadikan statistik mengagumkan di atas sebagai modal penyemangat mereka mempertahankan gelar ‘Sang Juara Bertahan’? Atau justru mereka akan terlena dan terseok di Rusia mendatang?

Apakah Jerman masih menjadi jagoan Anda?

Salam Sepak!


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: