Rekomendasi Baru Dokter Anak: Skrining Depresi untuk Remaja!

Written by on Maret 2, 2018

The American Academy of Pediatrics merekomendasikan skrining depresi untuk semua remaja yang berusia 12 tahun hingga 21 tahun. Rekomendasi tersebut didasari sebuah temuan bahwa sekitar 50% kaum remaja didiagnosa depresi sebelum mencapai tahap usia dewasa. Yang memprihatinkan, 2 dari 3 remaja yang depresi tidak mendapatkan bantuan atau penanganan yang memadai. 

Itu adalah permasalahan yang sangat besar,” ujar Dr. Rachel Zuckerbrot, salah satu spesialis anak dari The American Academy of Pediatrics, seperti kami lansir dari laman Foxnews.

Sementara itu, para psikiater dan asosiasi profesor dari Columbia University menjelaskan bahwa rekomendasi tersebut dibuat demi menolong para tenaga medis untuk mengidentifikasi dan mengelola depresi pada remaja. Hal tersebut sangat dibutuhkan mengingat saat ini dunia disebut sangat kekurangan klinik-klinik jiwa dan para spesialis kejiwaan.

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat, depresi dapat berujung pada aksi bunuh diri. Saat ini, bunuh diri adalah penyebab kematian nomor dua di kalangan anak/remaja berusia 10 sampai 24 tahun.

Untuk itu, para dokter anak mengeluarkan rekomendasi rujukan yang dapat dipakai oleh para dokter yang menangani kaum remaja yang diindikasikan depresi di tempat praktek mereka. Zuckerbrot mengatakan bahwa para spesialis anak didorong untuk melakukan skrining depresi selama kunjungan reguler pasien remaja.

Itu adalah kesempatan buat para remaja untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar dirinya sendiri secara private kepada dokter yang kompeten,” tambah Zuckerbrot.

Laporan American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa “Setiap tahap pertumbuhan dan pengalaman hidup yang normal kemungkinan menempatkan kaum muda pada risiko terbesar mereka untuk tampil impulsif dan terkadang bertindak kasar, terutama kaum muda yang memiliki latar belakang hidup yang agresif dan perilaku menyimpang, percobaan bunuh diri ataupun depresi“.

Terakhir, AAP juga mendorong para orangtua yang memiliki remaja yang depresi untuk menjauhkan anak-anak mereka dari senjata tajam ataupun senjata api. Pasalnya, masih menurut AAP, kemungkinan besar risiko bunuh diri di kalangan remaja terjadi saat mereka mengetahui keberadaan senjata tajam dan senjata api di rumah mereka.

Sumber: Foxnews.com

 


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: