Pasien Stroke Cepat Pulih bila Rehabilitasi Medik Memadai

Written by on Maret 7, 2018

Stroke dapat terjadi ketika aliran darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah maupun ketika sel-sel di otak tidak mendapat cukup oksigen atau nutrisi. Stroke merupakan serangan satu titik dan bukan penyakit yang memberat sehingga sel-sel tersebut dapat berfungsi kembali jika terus dilatih.

Rehabilitasi yang dilakukan untuk pasien stroke harus dilakukan sedini mungkin agar lebih mudah untuk pemulihan. Selain rehabilitasi fisik, pasien juga harus diberikan motivasi dan dukungan agar kondisi mental dan psikologis pun bisa pulih kembali.

(Simak juga Klip Sehat Anda seputar Rehabiliasi Medik buat Pasien Stroke)

Menurut dr. Jovita Maria Melania Setiawan, Sp.KFR, Rehabilitation Medicine Specialist Mayapada Hospital Jakarta Selatan, data statistik menunjukkan bahwa dalam 1 tahun terdapat 40% pasien stroke yang jatuh akibat keseimbangan yang terganggu.

Setelah mendapat penanganan pertama, pasien harus konsultasi dengan dokter untuk dianalisa sumber masalah sehingga kebutuhan terapi dan penanganan dapat tepat sasaran. Tahap selanjutnya adalah Stroke Exercise, misalnya latihan menelan dan terapi bicara. Stroke Exercise lainnya adalah latihan berdiri di paralel bar, berjalan dengan alat bantu walker, latihan keseimbangan di air, dan lainnya. Pasien akan dilatih untuk bisa melakukan keterampilan lama, keterampilan baru atau keterampilan lama dengan menggunakan alat bantu.

Durasi treatment tergantung dari kondisi masing-masing pasien. Ada yang dapat pulih 100%, ada yang bertahun-tahun, dan ada yang tidak bisa pulih kembali. Jika pasien tidak memiliki penyakit lain di luar stroke, maka pemulihan dapat berlangsung dengan cepat. Sebaliknya, jika pasien memiliki berbagai komplikasi penyakit maka pemulihan dapat berlangsung dengan cukup lama.

Terdapat jenis stroke yang tidak memerlukan treatment jangka panjang. TIA (Transient Ischemic Attack) atau yang dikenal dengan mini stroke merupakan serangan yang berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam. Pasien yang terkena serangan TIA yang dapat pulih 100% dalam waktu 24 jam, apapun kelemahannya.

Hal-hal yang harus diperhatikan saat pasien sudah kembali ke rumah adalah perhatian dari keluarga dan treatment yang berkelanjutan, apalagi bagi pasien stroke yang cukup berat. Selain itu, secara perlahan kemandirian juga dibutuhkan agar tidak ada ketergantungan, dengan demikian pasien juga dapat melatih gerak motorik agar tubuh tidak kaku dan dapat melakukan aktivitas seperti semula.

Bagi pasien lanjut usia, tidak boleh tidur dengan posisi yang sama setiap hari, karena dapat menimbulkan luka lecet yang dikenal dengan istilah Decubitus. Posisi tidur harus selalu berubah agar aliran darah menjadi lancar.

Terakhir, dokter Jovita menghimbau bahwa pasien maupun keluarga untuk tidak putus asa, banyak cara untuk memulihkan penyakit stroke. Pemulihan akan berlangsung seumur hidup oleh karena itu harus selalu bersemangat untuk sembuh.  Stroke bukanlah akhir dari segalanya! (nadyajoan)


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: