KPSI: Lebih Jauh Mengenal Schizoaffective

Written by on Maret 9, 2018

Jika kita sudah familiar dengan gangguan mental Schizophrenia, ada lagi jenis gangguan mental yaitu Schizoaffective.  Schizoaffective adalah gangguan mental dimana seseorang mengalami kombinasi gejala Schizofrenia, seperti halusinasi atau delusi, dan gejala gangguan mood, seperti depresi atau mania.

Saat seseorang terdiagnosis Schizoaffective, terjadi gejala psikotik dan afektif secara bersamaan. Gejala psikotik seperti halusinasi yg dapat dirasa oleh panca indera, dan gejala afektif seperti depresi dan gangguan mood atau mood swing. Jenis halusinasi bermacam-macam, halusinasi visual, halusinasi audio maupun halusinasi yang dapat dirasakan oleh panca indera seperti kulit atau lidah. Pasien Schizoaffective juga cenderung mengalami waham. Waham adalah suatu keyakinan yang sangat kokoh yang tidak dapat terbantahkan.

Salah satu rekan dari Komunitas Peduli Schizophrenia Indonesia (KPSI) bernama Kiki terdiagnosa menyandang Schizoaffective pada tahun 2008. Saat itu Kiki didiagnosa depresi, dan akhirnya kini menjadi Bipolar. Dalam perbincangan, Kiki menceritakan bahwa ia mengalami waham kenabian di mana pada saat itu ia sering mendengar suara-suara seperti suara Tuhan setiap pukul 2 pagi. Kiki juga mengaku sering mendapatkan insight atau wahyu dari Tuhan dalam mimpinya yang ia tuliskan, yaitu Tuhan Yesus akan datang kedua kalinya melalui dirinya.

Menurut dokter Alvina, saat pasien mengalami waham maka ia akan sangat berpegang teguh pada apa yang ia percayai melalui wahamnya tersebut. Waham ini merupakan gejala psikotik pasien Schizoaffective. Gejala afektif yang biasanya dialami oleh pasien adalah depresi dan gangguan mood. Karena gejala yang dialami oleh setiap pasien dapat berubah-ubah, oleh karena itu diagnosa juga dapat berubah-ubah.

Seperti yang dialami oleh Kiki, meskipun pernah menyandang Schizoaffective namun saat ini terdiagnosa bipolar. Dalam kondisi yang seperti ini pemberian obat harus dilakukan secara tepat dan teliti. Dokter Alvina juga menghimbau bahwa obat-obatan yang dikonsumsi tetap memiliki efek samping yaitu gejala negatif seperti tidak bersemangat, mengantuk. Pada pasien yang memiliki kecenderungan bipolar, jika diberikan anti depressant akan menimbulkan episode mania. Oleh karena itu proses diagnosis merupakan hal yang menantang.

Pengobatan pada Schizophrenia, Bipolar dan gangguan mental lainnya merupakan pengobatan jangka panjang. Pengobatan harus tetap dilakukan secara rutin agar ketika gejala episode timbul, maka dapat diatasi atau terjadinya tidak semakin parah. Selain itu kita harus memahami apa yang melatarbelakangi sikap orang tersebut sebelum memberikan judge. Kita harus mendukung agar mereka tidak putus harapan, sehingga bisa menjalani kegiatan secara normal kembali. (Nadya Joan)


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: