Terlalu Lama Duduk, Resiko Kanker Usus Tinggi!

Written by on Maret 14, 2018

Tidak ada salahnya jika anda ingin mengambil waktu untuk beristirahat dengan duduk-duduk. Namun, durasi duduk yang terlalu lama, ternyata punya korelasi dengan meningkatnya resiko kanker usus. Mengapa demikian?

Imperial College London, University of Oxford dan International Agency for Research on Cancer (IARC) melakukan sebuah penelitian dan telah menganalisis data lebih dari setengah juta pria dan wanita. Hasilnya cukup mencengangkan. Terlalu lama duduk-duduk dapat memicu penggumpalan darah di bagian-bagian tubuh yang tidak bergerak saat kegiatan ini berlangsung.

Bahkan, hanya dengan duduk-duduk santai hingga lebih dari empat jam sehari, semisal menonton TV, dilaporkan dapat meningkatkan risiko kanker usus, utamanya bagi pria. Para peneliti juga membandingkannya dengan mereka yang menghabiskan waktu kurang dari satu jam untuk duduk-duduk.

Dari pengumpulan data dan fakta selama enam tahun, terungkap bahwa 2.391 partisipan mengalami kanker usus. “Studi-studi sebelumnya mengatakan duduk-duduk juga dikaitkan dengan perilaku lain seperti merokok dan ngemil berlebihan. Hal-hal ini dapat meningkatkan risiko kanker usus,” ujar ketua tim peneliti Dr Neil Murphy seperti dilaporkan www.imperial.ac.uk.

Murphy juga menambahkan selain faktor-faktor tersebut, kebiasaan sedenter atau banyak duduk juga dikaitkan dengan peningkatan berat badan dan penumpukan lemak. “Kelebihan lemak tubuh dapat mempengaruhi kadar hormon dalam darah dan senyawa kimia lain yang mempengaruhi pertumbuhan sel-sel di tubuh kita. Untuk itu ini juga bisa meningkatkan risiko kanker usus,” terangnya lagi.

Lalu, apakah hanya pria saja yang berisiko terkena kanker usus sedangkan wanita tidak? Para peneliti berasumsi jika pria cenderung lebih banyak merokok atau makan makanan tak sehat dibandingkan wanita, semisal ketika sedang menonton TV.

Solusi Sehat

Namun begitu, ada solusi sehat, dari para peneliti untuk mereka yang memang suka banyak duduk, imbangilah dengan peningkatan aktivitas fisik untuk membuat tingkat risiko kanker usus menjadi rendah.

“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana caranya menjaga berat badan tetap ideal, mengurangi rokok, aktif secara fisik dan makan makanan yang kaya buah dan sayuran yang sudah terbukti dapat menurunkan risiko kanker usus,” pesan Prof Linda Bauld dari Cancer Research UK.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: