Cara Kenali Gejala Epilepsi Lebih Lanjut

Written by on Maret 15, 2018

Sahabat RPK, tahukah Sahabat RPK bahwa tanggal 24 Maret adalah Hari Epilepsi Sedunia? Menurut dr. Reza, spesialis saraf di RSCM bahwa epilepsi atau yang lebih dikenal dengan ayan adalah suatu gejala atau serangan di mana tidak selalu pasien mengalami kejang, namun juga bisa hilang kesadaran karena terdapat gangguan listrik di otak.

Gejala epilepsi bisa bermacam-macam, tergantung bagian otak mana yang terkena serangan atau gangguan. Rangkaian gejala dapat disertai dengan perubahan perilaku, perubahan suasana hati, dapat berupa gejala sensorik seperti kesemutan, rasa panas atau dingin pada bagian tubuh tertentu dan gejala motorik yaitu kejang-kejang. Pada epilepsi gejala bersifat strereotipik, bentuk dan sifat selalu sama dan berulang.

Terdapat dua penyebab epilepsi, pertama adalah penyebab yang tidak diketahui seperti kelainan genetik. Yang kedua adalah penyebab yang diketahui seperti gangguan pada otak seperti pecah pembulu darah atau tumor pada otak. Tindakan operasi biasa dilakukan pada pasien yang penyebab epilepsinya diketahui.

Tidak semua pasien epilepsi dapat dioperasi, ada beberapa pasien yang cukup mengatasinya dengan minum obat-obatan. Operasi memang membuat tingkat kejadian atau gejala berkurang. Setelah operasi pun tingkat kesembuhan hanya sekitar 77%, agar dapat sembuh 100% harus bisa menjaga kesehatan seperti pola makan teratur, istirahat cukup dan olah raga secara rutin.

Salah satu anggota dari Yayasan Epilepsi Indonesia bernama Audi terdiagnosa menderita epilepsi sejak tahun 2005. Kejadian berawal ketika Audi masing duduk di bangku SMP pada pelajaran komputer, tiba-tiba ia terjatuh dan mengalami kejang-kejang. Faktor pemicu epilepsi pada Audi adalah kurang tidur dan masa pubertas (menstruasi). Audi mengaku telah melakukan baik treatment tradisional maupun treatment medis seperti mengonsumsi obat-obatan dari dokter dan melakukan operasi pada tahun 2014.

Audi juga menceritakan bahwa ia sempat mengalami peningkatan berat badan sebagai efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi. “efek samping obat akan selalu ada seperti berat badan yang naik dan rambut rontok. Oleh karena itu, untuk mengatasi efek samping ini maka kita harus bersikap positif dan menjaga kesehatan,” paparnya.

“Yang harus diwaspadai adalah akibat dari gejala epilepsi, misal pada anak yang mengalami penurunan prestasi, suka melamun atau sering terjatuh. Jika timbul gejala-gejala yang tidak wajar, maka jangan ragu untuk mengonsultasikan kepada tim medis. Pasien epilepsi tidak memiliki kekurangan dan tetap bisa berkarya, oleh karena itu harus dirangkul dan diberi semangat agar dapat beraktivitas secara normal,” ujar dr. Reza.

(Nadya Joan)


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: