Melihat Keberagaman Sebagai Satu Tujuan

Written by on Juni 16, 2018

Dalam KBBI (kamus besar bahasa Indonesia) keberagaman berarti, hal yang beragam. Sering kali kita salah dalam mengartikan keberagaman. Sesuatu yang berbeda-beda atau beragam sebenarnya membuat segalanya lebih indah. Menurut Filsafat Taoisme “langit jernih dan luas, bumi padat dan penuh, semua makhluk bertumbuh bersama, puas dengan apa adanya, tanpa henti mengulangi diri mereka sendiri, terus menerus diperbarui”. Kata yang menjadi kunci dalam Filsafat Taoisme ini, untuk menunjukan keberagaman adalah terus menerus diperbarui.

Dalam keberagaman masyarakat Indonesia, pasti ada hal yang baru yang membuat yang lama ditinggalkan dan itu baik adanya. Nampaknya sesuatu yang baikpun bisa berubah menjadi tidak baik. Masyarakat Indonesia dikenal dengan sifat gotong royongnya, saling membantu untuk membangun lingkungan sekitar dan menjalin relasi yang lebih kuat dalam sebuah masyarakat. Dalam menilai sebuah pembaharuan kita harus benar-benar cermat, karena ketika kita salah, keberagaman yang sudah terbentuk akan hancur, tidak akan indah lagi.

Faktor penting dalam keberagaman adalah Pemimpin, taoisme memiliki pemikiran yang baik dalam kepemimpinannya, seorang pemipin seharusnya dapat memberikan keamanan dan kesetian kepada harmoni. Ketika pemimpin memiliki hal tersebut maka sebuah keberagaman akan tampak lebih indah, bukan melihat yang salah melainkan mencari harmoni diantaranya. Keberagaman, berarti berbeda namun dari perbedaan tersebut ada garis lurus yang menyatukan, yaitu tujuan. Mungkin orang yang menganut suatu agama memiliki cara yang berbeda dalam ibadahnya, namun tujuan sama. Bahwa kita percaya ada sosok yang menciptakan bumi dan segala isinya bahkan semua semesta.

Pertanyaannya adalah, kenapa kita harus bertengkar untuk mencari siapa yang benar dan salah? Kenapa kita tidak melihat tujuan dibalik semua hal? Sering kali kita menutup pemikiran kita, karena sudah banyak ajaran yang baik untuk suatu hal maka kita tidak ingin belajar dari hal lain. Taoisme berbicara bahwa “jika Anda ingin menjadi penuh, biarkan diri Anda kosong” banyak hal baik dalam perkataan tersebut. Hanya ada satu pertanyaan, kenapa penuh itu tidak baik dan kosong itu lebih baik?

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439H

 

(Paros Hizkia)

Tagged as

Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: