Siap-siap Melihat Barisan “Bunga” di Malang

Written by on September 6, 2018

Dalam rangka Malang Flower Carnival (MFC) 2018 yang akan diselenggarakan pada Minggu,16 september 2018, diperkirakan sekitar lebih dari 200 peserta akan mengenakan busana besar dengan unsur bunga. Mereka akan menelusuri jalan Ijen, Malang,Jawa Timur dari pukul 13.00 hingga pukul 17.00 WIB, sebagai bentuk keikutsertaan acara dengan tema Eksotika Bunga Nusantara.

Setelah kesuksesan karnival sebelumnya, Ida Ayu Made Wahyuni,selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, mengharapkan adanya perkembangan perekonomian yang lebih baik lagi untuk masyarakat Kota Pendidikan itu. Tidak hanya pengunjung lokal saja yang akan menyaksikan acara yang mewakili Jawa Timur itu, namun juga mereka yang berasal dari luar negeri. Esthy Reko Astuti, staf ahli menteri bidang multikultural Kementerian Pariwisata, menyebut MFC sebagai kegiatan terbesar yang menampilkan fashion show putra dan putri golongan anak serta orang dewasa dengan konsep runway. Para peserta akan menyusuri jalan Ijen sebanyak 800 m.

Ada yang menarik dari karnival yang menjadi salah satu dari 100 Calendar of Event Wondeful Indonesia ini, yaitu cosplay tokoh lokal seperti Gatotkaca,dan yang lainnya.”Generasi Millenial suka kostum kostum yang Instagramable dan selain itu dari dulu cosplay yang ada adalah pahlawan dari luar negeri. Inovasi inilah yang akan membuat karnival tidak terasa jenuh” tutur Penyelenggara MFC 2018,Agus Sunandar,S.Pd,M.SN. Ia juga menyebutkan adanya lomba tarian tradisional yang akan diubah menjadi kontemporer serta musik kontemporer  untuk memeriahkan acara. Keterlibatan tidak hanya mencakup perguruan tinggi saja.Staf Ahli bidang keuangan dan ekonomi, Tri, menjelaskan bahwa sekolah,masyarakat awam, perguruan tinggi,dan lembaga swadaya masyarakat seperti bank menjadi target partisipan.

Semua kota memiliki ciri khasnya masing masing, tapi yang menjadi penekanan dalam karnival ke 8 ini, adalah bunga dan bahan busana daur ulang. Limbah kebanyakan yang digunakan adalah  limbah plastik terutama spons yang sering dimanfaatkan menjadi bahan alas sepatu.Peserta juga diberikan workshop agar dapat menyalurkan kreatifitas ke bentuk nyata dengan baik. Acara tersebut akan membuktikan kreatifitas yang dimiliki oleh masyarakat serta meningkatkan kemampuan tersebut dalam bentuk merancang busana yang mampu menarik perhatian para juri dengan keunikan dan keindahannya. Pengunjung dapat menyaksikan partisipan berbusana bunga  secara gratis di sepanjang jalan Ijen. Agus berharap, acara yang pernah memenangkan penghargaan mancanegara ini memasuki taraf internasional dan mampu menjadi gerbang pembuka yang memperkenalkan Malang sebagai penyandang nama kota Bunga.

Theresia Clarissa


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: