#APACT12th: Selamatkan Anak Muda dari Bahaya Tembakau! (Seri 2)

Written by on September 19, 2018

* Ini adalah bagian pertama dari seri artikel seputar pengendalian tembakau di Indonesia. Seri artikel yang disarikan jurnalis Radio Pelita Kasih FM Jakarta dari ajang Asia Pacific Conference for Tobacco or Health ke-12 (APACT12th) di Nusa Dua, Bali, 13-15 September 2018. 

——————————————

 

Sebuah ajang besar yang melibatkan 30 negara di kawasan Asia Pasifik baru saja usai. Asia Pacific Conference for Tobacco or Health (APACT) ke-12 di Nusa Dua, Bali, kembali menegaskan betapa penting pengendalian tembakau dimaksimalkan di setiap negara, termasuk di Indonesia. Tiga puluh negara, termasuk Indonesia, bersepakat bahwa mengendalikan tembakau, khususnya di kalangan anak muda, merupakan kepentingan dan investasi bersama. Generasi muda tanpa rokok akan membuat bangsa dan negara sehat dan kuat di masa yang akan datang. 

Kita memiliki fakta-fakta baru berdasarkan penelitian ilmiah tentang bagaimana tembakau merusak kehidupan dan kesejahteraan rakyat. Negara-negara menyampaikan pengalaman masing-masing tentang bagaimana upaya pengendalian tembakau dapat mencapai keberhasilan. Kita harus memanfaatkan informasi tersebut bagi aksi kita untuk menurunkan konsumsi tembakau di Indonesia,” saran Nafsiah Mboi mewakili Komnas Pengendalian Tembakau Indonesia.

APACT12th menyatukan para pelaku advokasi, media, sukarelawan serta para ahli di bidang kesehatan masyarakat, ekonomi dan hukum di negara Asia Pasifik, untuk memotori perubahan.

Pelaku advokasi termasuk petani, pembuat kebijakan, pemuda, dan wakil masyarakat yang telah aktif menyumbangkan ide agar pemangku kepentingan dapat lebih efisien dan efektif melakukan peran mereka untuk mendorong dan menerapkan kebijakan pengendalian tembakau untuk memastikan perlindungan menyeluruh bagi semua orang, tidak hanya dari konsumsi tembakau tetapi juga terutamanya menjauhkan anak-anak dari pengaruh industri tembakau.

Forum ilmiah semacam APACT12th berperan penting mendorong pemerintah dan menciptakan minat publik, selain mendukung kebijakan prioritas yang menunjang kesehatan masyarakat. Fakta dan informasi yang disampaikan ke publik semestinya cukup memotivasi individu di masyarakat untuk melindungi keluarga mereka, terutama anak, dengan mendukung pengendalian tembakau.

Anak dan remaja umumnya sulit untuk dapat menyatakan kebutuhan dan keinginan mereka, termasuk agar terhindar dari konsumsi dan asap rokok. Mereka tidak berdaya ketika terjadi penindasan atas hak kesehatan mereka dan hak atas lingkungan bebas asap rokok. APACT12th Youth Camp memberi kesempatan bagi 50 pemimpin muda untuk berdaya, melakukan aksi melindungi kesehatan diri dan masyarakat.

Saya senang bisa berpartisipasi dalam APACT12th Youth Camp, bertemu dengan pemuda dari berbagai negara di Asia Pasifik, yang sama bersemangatnya untuk terlibat dalam pengendalian tembakau. Langsung dari para ahlinya, kami mempelajari keterampilah melakukan kampanye pengendalian tembakau secara efektif. Kami berencana membentuk alinasi generasi muda bebas dari tembakau di negara-negara Asia Pasifik, untuk memerangi perusahaan tembakau internasional dan mewujudkan dunia bebas dari rokok. Kami harus menjadi pemimpin dan mampu memegang kendali untuk menciptakan masa depan yang lebih baik,” ujar Belandenta Amalia, peserta Youth Camp dari Indonesia.

Pengendalian tembakau adalah perjuangan tak berkesudahan. Konsumsi tembakau telah membunuh 7 juta orang setiap tahun, menjadikannya sebuah epidemi global. Industri tembakau menjadikan kawasan ini sebagai target promosi dan pemasaran lebih banyak lagi produk tembakau, sembari mengembangkan bisnis mereka. Ini merupakan ancaman bagi kesehatan masyarakat,” kata Judith MacKay dari Vital Strategies, Hong Kong.

Ajakan aksi nyata APACT12th sangat terkait dengan SDGs. Tujuan dari rekomendasi yang disampaikan di hari terakhir adalah untuk mewujudkan generasi bebas dari tembakau, tobacco free generation, serta memberdayakan kaum muda untuk terlibat dan melakukan advokasi. Upaya pengendalian tembakau untuk mencapai Tujuan nomor 1 SDGs adalah agar tembakau tidak mudah dibeli kelompok muda dan kelompok ekonomi lemah, membantu perokok untuk berhenti, dengan meningkatkan pajak setidaknya 75% dari harga eceran produk tembakau.

Untuk mendukung inisiatif kelompok usia muda, para pemangku kepentingan yang adalah orang dewasa, perlu melakukan upaya lebih memperluas pengendalian tembakau ke berbagai sektor di semua tingkatan. Media berperan sangat penting untuk melakukan edukasi ke masyarakat tentang pentingnya mengendalikan tembakau demi bangsa yang sehat dan kuat. Ini sejalan dengan Tujuan SDGs ke 3, kesehatan yang baik dan kesejahteraan, serta rekomendasi aksi dari APACT12th untuk melindungi kesehatan dan kemapanan ekonomi masyarakat. Pemerintah dapat merubah arah suatu negara. Guna mencegah epidemi tembakau meluas mencederai rakyat, pemerintah dan masyarakat
harus bergerak cepat. Choose #YouthNotTobacco !


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

WhatsApp us
%d blogger menyukai ini: