Aksi Bakti Sosial SAHABAT SEHAT II
“Wah! Serasa mau Copot Tulang...”

Bila orang lain tengah sibuk berkutat mengejar pendapatan, keuntungan, dan bahkan ada yang masih bergelut dengan selimut, Kru SAHABAT SEHAT pagi itu (12 Februari 2008) sudah bergegas mempersiapkan segalanya. Ya, hari itu RPKFM dan Obor Berkat Indonesia/OBI kembali menggelar Aksi Bakti Sosial SAHABAT SEHAT yang kedua kali. Ini merupakan respons dari banjir yang kembali melanda warga di bantaran Kali Ciliwung, khususnya di wilayah Kelurahan Cawang, Jakarta Timur.
Kali ini kegiatan prososial tersebut digelar di Gang Arus Dalam, dengan memanfaatkan dua rumah warga yang cukup besar. Aksi digelontorkan sejak pukul 09.00 hingga selesai, kali ini agak lebih panjang, yaitu hingga pukul 16.00 WIB. Ini mengingat cakupan wilayah yang lebih luas dibanding kegiatan pertama. Kalau mau dibayangkan, wilayah cakupan peserta aksi bakti sosial ini terbentang di bantaran Kali Ciliwung dari Jalan Raya Kalibata hingga Jalan MT Haryono.
“Wah! Serasa mau copot tulang (usai aksi pengobatan umum gratis ini-red)...”, ujar seorang dokter relawan OBI. Ucapan itu dilontarkan bukan sebuah keluhan, tapi seloroh saja mengingat tingginya tingkat stress menghadapi ratusan warga dengan sakit berbeda-beda sejak pagi hingga sore. Ya, 6 orang dokter, 3 apoteker, bersama 7 orang relawan lain yang mengambil bagian mulai dari bagian pendaftaran hingga pemanggil pasien, hari itu melayani 680 orang pasien yang terdiri dari anak-anak hingga orang tua. Walau nyaris stress, para relawan terlihat bisa mengelola itu dengan joke-joke sesama mereka.
Aksi kali ini sempat ditinjau oleh Lurah Cawang, Jakarta Timur, Budhi Novian, AP beserta staff. Ia menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan buat warganya. Sekali lagi, Lurah Cawang mengajak RPKFM dan OBI untuk terus bekerja sama di masa depan, dalam rangka melayani kesehatan warga setempat, mengingat derajat mutu kesehatan masyarakat yang tergolong rendah. Sebagai gambaran, para pasien sebagian besar memiliki pekarangan/halaman rumah langsung berdekatan dengan Kali Ciliwung. Buat anak-anak mereka, that’s their playground! Bayangkan kalau banjir bandang tiba, air setinggi 1 meter lebih akan dengan cepat melibas seluruh isi rumah mereka. Jadi, kalau air sudah memasuki daratan, mereka akan lebih waspada dan siap-siap mengungsi.
“Dulu, daerah yang menjadi tempat tinggal ratusan warga itu adalah alur arus Kali Ciliwung...”, ungkap Pramukanto, salah seorang tokoh masyarakat setempat. Jadi, bisa terbayang ya, betapa luas dan lebar Kali Ciliwung tempo dulu.
“Saya Senang Menolong Orang Lain!!!”, kembali diteriakkan oleh para relawan usai menyelesaikan pengobatan umum gratis buat warga Cawang yang berdomisili di bantaran kali Ciliwung.
“Kami akan terus melayani, hingga virus ‘menolong’ dimiliki semua orang!”
Sampai jumpa di Aksi Bakti Sosial SAHABAT SEHAT selanjutnya... (yp)