Dari Panggung Teater, Pemuda Kristen Suarakan Harapan dan Pengampunan
Written by Daniel Tanamal on 23 April 2026
Jakarta, RPKFM – Kompa Production menghadirkan drama musikal berjudul “Ketika Jangkrik Menangis” sebagai bentuk ekspresi kreatif pemuda Kristen dalam menyampaikan pesan iman, penyesalan, dan harapan. Pertunjukan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026, dengan target menjangkau lebih dari 2.000 penonton dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga jemaat gereja melalui berbagai aktivitas promosi.

Karya ini diadaptasi dari novel When Crickets Cry karya Charles Martin, yang mengangkat tema kebangkitan hidup dan pengampunan. Melalui perpaduan musik, tarian, dan lagu yang emosional, penonton diajak menyelami perjalanan batin yang sarat makna, sekaligus menemukan harapan di tengah kesedihan.
Penulis sekaligus produser, Hizkia Ardianto, menjelaskan bahwa pertunjukan ini menjadi medium baru dalam pelayanan. Ia menegaskan bahwa teater dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan kasih Tuhan sekaligus menghadirkan harapan bagi banyak orang.
Pandangan serupa disampaikan oleh Eunike Trikayasudhi, pendeta kategorial anak, remaja, dan pemuda di Gereja Kristen Jawa Jakarta. Ia menilai seni pertunjukan, khususnya teater, mampu menjadi media refleksi bagi jemaat untuk memahami kasih Tuhan dan memperdalam iman.
Bagi GKJ Jakarta, drama musikal ini juga menjadi ruang strategis untuk mengembangkan talenta jemaat. Kehadiran seni dalam ibadah dinilai mampu menghidupkan suasana sekaligus menghadirkan pengalaman spiritual yang lebih mendalam. Selain itu, teater dinilai efektif dalam menyampaikan nilai-nilai iman dan budaya, mempererat hubungan antarjemaat, serta membuka ruang kreativitas bagi generasi muda.
Kompa Production menegaskan komitmennya untuk menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi dampak sosial dan spiritual. Dengan mengangkat isu-isu universal seperti cinta, pengampunan, dan harapan, pertunjukan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan banyak orang di tengah dinamika kehidupan.
Melalui kolaborasi dengan komunitas lokal dan para pelaku kreatif, drama musikal ini dirancang menjadi pengalaman yang inspiratif sekaligus edukatif. Lebih dari sekadar hiburan, “Ketika Jangkrik Menangis” diharapkan menjadi ruang refleksi yang menghubungkan iman dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Pertunjukan ini sekaligus menjadi ajakan bagi masyarakat luas untuk melihat seni sebagai sarana transformasi, yang mampu menyampaikan pesan kasih, memperkuat komunitas, dan menghadirkan perubahan positif.
RPK FM