JDN dan Delapan Aras Gereja Gelar Momentum Kesatuan Doa Nasional untuk Indonesia

Written by on 24 July 2026

Jakarta, RPKFM – Jaringan Doa Nasional (JDN) bersama delapan aras gereja nasional, Forum Umat Kristen Indonesia (FUKRI), dan Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) akan menggelar Momentum Kesatuan Doa Nasional (MKDN) pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang akan dipusatkan di Balai Sarbini, Jakarta, ini menjadi ajakan bagi gereja-gereja di seluruh Indonesia untuk bersatu dalam doa bagi pemulihan bangsa di tengah berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan.

Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung di Gereja Kristen Bersinar (GKB), Jakarta, Selasa (21/7). Konferensi pers dipandu Ketua Infokom PGLII sekaligus perwakilan FUKRI, Ps. Dr. Antonius Natan, M.A., Th.M.

Ketua Panitia MKDN, Ps. Festy Sarumaha, mengatakan gerakan ini lahir dari kerinduan agar umat Tuhan bersama-sama merendahkan diri dan mencari wajah Tuhan sebagaimana tertulis dalam 2 Tawarikh 7:14.

“Momentum Kesatuan Doa Nasional merupakan seruan bagi seluruh umat Tuhan untuk merendahkan diri, berdoa, mencari wajah Tuhan, dan berbalik dari jalan-jalan yang jahat seperti tertulis 2 Tawarikh 7:14,” ujar Festy.

Mengangkat subtema “Kolektif, Sinergi dan Bertumbuh untuk Kebangkitan Indonesia”, MKDN mengajak sinode gereja, komunitas doa, serta umat Kristen memperkuat komitmen hidup dalam satu hati, satu iman, satu pengharapan, dan satu tubuh di dalam Kristus.

Menurut Festy, gerakan doa ini merupakan bentuk ketaatan kepada Tuhan sekaligus respons terhadap kondisi bangsa yang tengah menghadapi berbagai persoalan. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan untuk menghakimi pemerintah maupun masyarakat.

“Di masa-masa sulit, di mana ada ancaman PHK, pengangguran dan lainnya, hanya satu yang dilakukan, bersatu dan berdoa bersama berharap sama Tuhan. Momentum ini seruan untuk tubuh Kristus merendahkan diri mencari wajah Tuhan,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa kepanitiaan MKDN melibatkan berbagai unsur gereja dari lintas denominasi, lintas generasi, dan lintas pelayanan.

Sementara itu, Fasilitator Umum JDN, Pdt. Aristarkus Tarigan, S.H., M.Th., M.Mis., mengatakan penyelenggaraan MKDN merupakan wujud kerinduan bersama untuk membawa Indonesia dalam doa.

“JDN sebagai katalisator, konektor dan mobilisator untuk gerakan doa bersama sehingga menyelenggarakan MKDN. Kalau kita satu tubuh bersama dengan Kristus sebagai kepala untuk pemulihan bangsa. Semua aras gereja nasional sudah tanda tangan mendukung. Ini milik Kristus, milik bersama dan kerinduan bersama satu tubuh Kristus,” ujarnya.

MKDN akan berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB, dengan acara utama pada pukul 17.30–21.00 WIB. Selain di Jakarta, doa bersama juga akan digelar secara serentak di berbagai ibu kota provinsi sebagai bagian dari gerakan nasional.

“Kalau kita semua merendahkan diri di hadapan Tuhan apa yang tidak bisa dicapai pasti bisa dicapai. Apalagi menghadapi persoalan multidimensi yang kita hadapi saat ini,” kata Aristarkus.

Pembina JDN, Ps. Tony Mulia, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini merupakan kelanjutan dari gerakan doa yang telah berlangsung selama lima tahun terakhir. Empat pelaksanaan sebelumnya digelar di Semarang.

“Mengapa harus berdoa karena kita tidak bisa buat apa-apa lagi. Inspirasi dari Habakuk Pasal 1-3. Sekalipun mengalami badai kita harus tetap menyembah dan berdoa. Sidney Mehode akan bernyanyi dan bersaksi tentang lagunya. Kegiatan nanti tidak ada kotbah, semua setuju,” ujarnya.

Panitia juga menyiapkan siaran langsung melalui live streaming sehingga jemaat dari berbagai daerah dapat mengikuti rangkaian acara. Salah satu segmen yang akan ditampilkan adalah doa yang dipimpin oleh anak-anak.

“Tidak hanya berdoa dan menyembah tapi nanti mendeklarasikan. Siang hari lebih banyak puji-pujian, lagu rohani daerah dan lainnya. Sampai saat ini sudah 51 kota di Indonesia akan turut serta,” kata Festy.

Ia menambahkan, panitia secara rutin melaksanakan Puasa Ester sebagai bagian dari persiapan rohani menjelang pelaksanaan MKDN.

Tony Mulia juga menyampaikan bahwa peserta yang hadir secara langsung diprioritaskan bagi para pemimpin gereja dan pelayan Tuhan melalui mekanisme registrasi daring.

“Penekanan acara nanti penyembahan dan merendahkan diri minta intervensi Tuhan untuk pemulihan bangsa ini.”

Di sisi lain, Sekretaris Umum JDN, Heri Purnomo, menegaskan bahwa pelayanan utama JDN tetap berfokus pada doa bagi bangsa.

“Scope JDN adalah doa. Memang tidak cukup doa, ada pelayanan lain diambil kawan-kawan lain. Ini fokusnya doa makanya dalam kegiatan itu penanggung jawabnya JDN.”

Hingga saat ini, MKDN telah mendapat dukungan dari delapan aras gereja nasional, yaitu PGI, KWI, PGLII, PGPI, PGBI, GOI, Bala Keselamatan, dan GMAHK, bersama JDN, FGBMFI, FUKRI, serta berbagai lembaga pelayanan Kristen lainnya.

Melalui gerakan ini, para penyelenggara berharap semangat persatuan gereja di Indonesia semakin kuat, sekaligus menjadi doa bersama bagi pemulihan kehidupan rohani, sosial, ekonomi, dan masa depan bangsa.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

Positive SSL