Mendikdasmen: LKLB Jadi Pilar Vital Pendidikan Karakter di Era Multikultural

Written by on 16 August 2025

Jakarta, RPKFM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, menegaskan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) sebagai pilar vital pendidikan karakter dalam masyarakat multikultural dan multiagama. Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan kunci dalam Sesi Pleno Forum Lintas Agama G20 atau G20 Interfaith Forum (IF20) di Cape Town, Afrika Selatan, Selasa (12/8/2025).

“Dalam masyarakat multikultural dan multiagama, Literasi Keagamaan Lintas Budaya adalah pilar vital dari pendidikan karakter. LKLB dapat terwujud sejalan dengan nilai-nilai pluralisme positif, toleransi otentik, dan penghormatan terhadap martabat manusia,” kata Abdul Mu’ti. Menurutnya, pendidikan tidak hanya mencetak generasi cerdas secara akademis, tetapi juga bijak dalam kehidupan sosial.

Mendikdasmen menambahkan, pemerintah telah memprioritaskan pendidikan karakter generasi muda melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penguatan peran guru, dan pembelajaran mendalam. Ia menekankan, LKLB mampu memperkuat kebiasaan tersebut, khususnya dalam kehidupan bermasyarakat, dengan menumbuhkan toleransi dan menghapus sikap permusuhan karena perbedaan agama maupun tafsir keagamaan.

Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, menegaskan LKLB selaras dengan visi pendidikan global. “Sebagaimana ditegaskan UNESCO dalam laporan Reimagining Our Futures Together, dunia yang kian terpecah membutuhkan pedagogi yang mempromosikan kerja sama dan solidaritas. Program LKLB di Indonesia adalah contoh nyata, melibatkan lebih dari 40 lembaga pendidikan dan organisasi keagamaan, serta melatih lebih dari 10.000 guru,” ujarnya.

Senada, Anggota Dewan Pengarah BPIP sekaligus Senior Fellow Institut Leimena, Amin Abdullah, menekankan pentingnya peran guru dalam menanamkan harmoni lintas agama. “Survei nasional menunjukkan tiga rekomendasi penting: perlunya literasi keagamaan, pengenalan agama lain dalam pendidikan, dan pengalaman positif keberagaman bagi guru. Hal ini menjadi kunci menciptakan masyarakat yang inklusif,” kata Amin.

Forum IF20 sendiri berlangsung pada 11–14 Agustus 2025 di Cape Town, mengumpulkan pemimpin agama, organisasi sipil, pejabat pemerintah, hingga akademisi. Forum ini bertujuan merumuskan rekomendasi solusi bagi negara-negara anggota G20 dalam menghadapi tantangan global menjelang KTT G20 di Afrika Selatan, November mendatang.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

Positive SSL