Festival Kebangsaan UKI: BPIP RI Dorong Mahasiswa Jadi Agen Peradaban Bangsa

Written by on 30 October 2025

Jakarta, RPKFM – Universitas Kristen Indonesia (UKI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembinaan semangat kebangsaan melalui Festival Kebangsaan yang digelar pada 23–24 Oktober 2025 di Aula Gedung AB, Kampus UKI Cawang, Jakarta.

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi antara UKI, Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Kristen Indonesia (BK-PTKI), dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI). Selama dua hari, kampus dipenuhi semangat kebangsaan dan kebinekaan yang dihidupi para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Kristen di seluruh Indonesia.

Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP RI, Dr. Ir. Prakoso, M.M., menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam mengisi kemerdekaan dengan nilai-nilai Pancasila.

“Festival Kebangsaan menjadi salah satu bentuk partisipasi kita dalam merawat bangsa ini. Kami berpesan kepada mahasiswa untuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi: kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, belajar dengan jujur, serta kembangkan diri melalui penelitian dan pengabdian masyarakat. Jadilah solusi bagi masyarakat untuk kemajuan peradaban Indonesia,” ujar Prakoso di sela kegiatan.

Lebih jauh, Prakoso membuka peluang kerja sama antara BPIP dan UKI untuk mengembangkan riset mengenai kesesuaian peraturan hukum dengan nilai-nilai Pancasila. “UKI bisa mengkaji apakah Pancasila benar-benar digunakan sebagai batu uji dalam penyusunan regulasi. Peraturan hukum seharusnya berpihak pada keadilan bagi seluruh rakyat,” tambahnya.

UKI Teguhkan Semangat Kebangsaan di Tengah Keberagaman

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UKI, Ied Veda Sitepu, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Kebangsaan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-72 UKI. “Saya mengajak seluruh sivitas akademika UKI untuk terus merawat kebangsaan Indonesia. UKI didirikan oleh para pendiri bangsa yang terpanggil untuk mencetak sarjana-sarjana yang dibutuhkan negara. Sebagai universitas Kristen pertama di Indonesia, UKI ingin menanamkan nilai kebangsaan pada generasi muda, membangun toleransi, dan memperkuat persatuan dalam keberagaman,” ujarnya.

Festival Kebangsaan diikuti oleh tujuh universitas anggota BK-PTKI, yaitu Universitas Kristen Petra, Universitas Kristen Duta Wacana, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Pelita Harapan, UKRIDA, UKI, dan Universitas Kristen Indonesia Toraja.

Ketua Penyelenggara, Pdt. Dr. Dirk Roy Kolibu, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar seremonial, melainkan upaya membangun karakter generasi muda yang mencintai tanah air dan menghargai keberagaman.

“Melalui Festival Kebangsaan, kami ingin memperkuat rasa cinta tanah air dan kesadaran melestarikan budaya Indonesia di tengah arus modernisasi. Mahasiswa harus menghargai perbedaan dan membangun kebersamaan dalam konteks nilai-nilai Pancasila dan Kristiani,” ungkapnya.

Ia menambahkan, internalisasi nilai Pancasila tidak boleh berhenti di ruang acara. “Nilai-nilai Pancasila harus dihidupi di lingkungan masing-masing. Ke depan kami ingin memperluas kerja sama lintas universitas untuk menanamkan semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa,” tambah Pdt. Dirk.

Rangkaian acara Festival Kebangsaan meliputi seminar kebangsaan, presentasi karya ilmiah ‘Call for Paper’, serta lomba debat bertema ‘Merayakan Perbedaan, Menguatkan Kebersamaan dalam Mewujudkan Generasi Emas’. Kegiatan dilanjutkan dengan pentas kebudayaan yang menampilkan tari, musik, parade busana daerah, dan alat musik tradisional dari berbagai penjuru Nusantara.

“Setiap peserta diharapkan tidak hanya menonton, tetapi memahami nilai historis dan makna simbolik dari setiap warisan budaya. Festival ini menjadi ruang apresiasi dan pembelajaran lintas budaya,” jelas Pdt. Dirk menutup pernyataannya.

Menjadi Generasi Emas Penjaga Nilai Bangsa

Festival Kebangsaan UKI bukan hanya ajang kebudayaan, tetapi juga ruang perjumpaan lintas iman, lintas budaya, dan lintas generasi yang memperkuat semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, UKI menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan proses membentuk manusia yang berkarakter, berintegritas, dan mencintai bangsanya.

Dalam arus globalisasi yang serba cepat, mahasiswa diajak tidak sekadar menjadi penonton perubahan, tetapi pelaku yang membawa nilai-nilai Pancasila hidup di setiap langkah. Karena di tangan generasi muda, para pembelajar, peneliti, dan penggerak masa depan — masa depan peradaban bangsa Indonesia akan terus tumbuh, berakar pada nilai luhur, dan bercahaya bagi dunia.

Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh LAKU EMAS, Kelas Eksekutif Etika Kristen dan GBI Gilgal PIK.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

Positive SSL