UKI Resmi Lantik Prof. Angel Damayanti Sebagai Rektor Periode 2026–2030
Written by Daniel Tanamal on 14 February 2026
Jakarta, RPKFM – Universitas Kristen Indonesia (UKI) resmi melantik Prof. Angel Damayanti, S.IP., M.Si., M.Sc., Ph.D., sebagai rektor baru periode 2026–2030, melalui prosesi resmi yang dipimpin Ketua Pengurus Yayasan Universitas Kristen Indonesia, Dr. David Maruhum Lumban Tobing, S.H., M.Kn., Jumat (13/02/2026) di Auditorium Grha William Soerjadjaya, Jakarta. Prof. Angel akan memimpin UKI untuk pengembangan kampus menghadapi tantangan teknologi dan persaingan global.

Dalam seremoni tersebut, UKI secara khusus menegaskan keberlanjutan tradisi akademiknya dengan mengangkat alumni sendiri yang meniti karier dari mahasiswa, dosen, dekan, hingga guru besar. Kepemimpinan baru ini diproyeksikan melanjutkan capaian akademik sekaligus memperkuat posisi UKI di tingkat nasional dan internasional.
Dalam pidato perdana, Prof. Angel menegaskan bahwa kepemimpinan ini merupakan panggilan pelayanan sejalan dengan motto kampus, “Melayani, bukan Dilayani.” Ia juga menegaskan arah strategis kampus: “UKI tidak hanya mengejar peringkat, tetapi makna,” dengan prioritas penguatan kualitas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa; peningkatan dampak riset dan pengabdian; percepatan pemanfaatan teknologi digital secara bertanggung jawab; serta pembangunan konsep eco-smart campus yang berkelanjutan.
Menanggapi perubahan teknologi dan kemajuan kecerdasan buatan, UKI meluncurkan visi operasional UKI EMAS (Empowerment, Meaningful, Agile, Sustainable) untuk periode 2026–2030. Visi ini menempatkan transformasi digital, keberlanjutan akademik dan finansial, serta kontribusi nyata bagi masyarakat sebagai fondasi utama pengembangan institusi.
Dalam konferensi pers, Prof. Angel juga menyoroti rencana penandatanganan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Ia menilai kesepakatan tersebut strategis bagi ekonomi nasional seraya mengingatkan pentingnya kesiapan regulasi dan pelaku usaha domestik.
“Ke depan harus dibahas secara rinci. Apakah 19 persen itu sudah menguntungkan, atau masih perlu negosiasi lagi. Bisa saja ada sektor tertentu yang tarifnya lebih rendah, sementara yang lain berbeda,” ujarnya. Ia menambahkan, “Yang paling penting sebenarnya bukan hanya perjanjiannya, tetapi bagaimana pemerintah mempersiapkan konstituen di dalam negeri, terutama pengusaha agar siap menghadapi tarif, persaingan dagang dan perubahan pasar.”
Rekam Jejak Prof. Angel
Sebagai akademisi dengan rekam jejak nasional dan internasional, Prof. Angel dikenal di bidang keamanan global, kebijakan publik, dan hubungan internasional. Ia pernah menjadi panelis debat capres 2024 bidang pertahanan dan keamanan, serta aktif sebagai analis utama dan reviewer di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.
Selain mengajar di program studi Hubungan Internasional UKI, ia juga mengajar pada program doktoral Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian dan program magister Sekolah Tinggi Intelijen Negara, serta kerap menjadi narasumber bagi berbagai kementerian dan forum diplomatik.
Dengan pengalaman lebih dari tujuh dekade, UKI terus memperkuat mutu akademik, tata kelola, serta jejaring kemitraan nasional dan global melalui tridharma perguruan tinggi.
Kepemimpinan Prof. Angel diharapkan menandai fase baru pengembangan institusi yang berakar pada nilai Kristiani dan komitmen kebangsaan, sekaligus memperluas dampak pendidikan bagi gereja, bangsa, dan dunia.
RPK FM