“Musim Spiritual” di Indonesia, Eko Galgendu: Momentum Persatuan di Tengah Krisis Global

Written by on 13 March 2026

Jakarta, RPKFM — Pemimpin spiritual Nusantara, Sri Eko Sriyanto Galgendu, menilai Indonesia tengah memasuki “musim spiritual” pada awal tahun 2026. Hal ini ditandai dengan rangkaian perayaan keagamaan lintas iman sejak Januari hingga April yang dinilai mampu menjaga kebersamaan di tengah situasi global yang penuh tantangan.

Dalam keterangannya, ia mengungkapkan bahwa keberagaman perayaan keagamaan yang terjadi secara berurutan bukanlah kebetulan semata, melainkan memiliki makna mendalam bagi kehidupan berbangsa. “Sewaktu aku pertemukan hari-hari besar keagamaan di dalam suatu bangsa, harapanku bangsa itu bisa kemudian memahaminya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak awal tahun, masyarakat Indonesia dihadapkan pada berbagai momentum spiritual, mulai dari peringatan Isra Mikraj, Tahun Baru Imlek, Ramadan hingga Idul Fitri yang beriringan dengan Nyepi, serta menjelang perayaan Jumat Agung dan Paskah. Rangkaian ini, menurutnya, mencerminkan kekayaan spiritual bangsa yang perlu dimaknai secara kolektif.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa inti dari seluruh perayaan tersebut bermuara pada kesadaran akan keesaan Tuhan dan nilai kemanusiaan. “Bahwa ada satu Tuhan yang kemudian kita yakini, kita sembah, kita muliakan bersama-sama,” tuturnya. Ia menambahkan, momentum ini seharusnya memperkuat nilai iman, kepasrahan, keikhlasan, serta mendorong manusia untuk kembali pada kemuliaan sebagai ciptaan Tuhan.

Menurutnya, keberadaan rangkaian hari raya lintas agama di Indonesia mengandung pesan kuat tentang pentingnya kebersamaan. Ia mendorong para pemuka agama untuk mengambil peran aktif dalam membangun persatuan. “Sudah waktunya para pemuka agama-agama untuk bersama-sama dan bersatu, menegakkan nilai-nilai akhlak dan moral,” tegasnya.

Di tengah dinamika global yang diwarnai konflik dan ketidakpastian, ia menilai Indonesia memiliki kekuatan tersendiri melalui nilai toleransi dan kebhinekaan. Ia menyebut, ketika para pemuka agama mampu menghadirkan nilai ketuhanan dalam kehidupan berbangsa, maka Indonesia akan memiliki ketahanan moral dan spiritual yang kuat. “Sewaktu Tuhan berjalan dan mendampingi suatu bangsa, maka bangsa tersebut akan memiliki kekuatan dan keyakinan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa dunia saat ini tengah memasuki fase perubahan besar yang menuntut kesiapan spiritual. Dalam pandangannya, kondisi tersebut menjadi panggilan bagi para tokoh agama untuk membangkitkan kembali semangat spiritual nasionalisme. “Para pemuka agama-agama sangat diperlukan untuk meneguhkan hati bangsa ini dan membangkitkan kembali spiritual nasionalisme,” ujarnya.

Menutup refleksinya, Sri Eko Sriyanto Galgendu menyampaikan harapan agar sinergi antara nilai agama dan kearifan lokal mampu membawa Indonesia menuju kebangkitan. Ia optimistis, jika persatuan lintas iman terus dijaga, Indonesia akan tampil sebagai bangsa besar yang diberkati. “Sewaktu pemuka agama-agama dan kearifan spiritual Nusantara bisa bersama-sama, maka bangsa ini akan menemukan kembali cahaya kebangkitannya,” pungkasnya.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

Positive SSL