Kemendikbudristek Didik Belasan Ribu Calon Guru dalam Pendidikan Profesi Guru Prajabatan

Written by on December 9, 2022

Jakarta, RPKFM – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), mendidik belasan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan dengan menyerahkannya secara daring ke Lembaga Pendidikan Tenaga kependidikan (LPTK), Kamis (8/12/2022).

Adapun pada PPG Prajabatan Gelombang 1 tahun 2022, diserahkan sebanyak 13.809 mahasiswa ke sebanyak 72 LPTK. Adapun pada Gelombang 2 ini diserahkan sebanyak 13.944 mahasiswa. “Proses seleksi yang komprehensif merupakan salah satu transformasi yang dilakukan dalam proses pelaksanaan PPG Prajabatan tahun ini,” demikian ungkap Pelaksana tugas Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, yang memberi apresiasi setinggi-tingginya pada 72 LPTK penyelenggara PPG Prajabatan Tahun 2022, atas kolaborasi dan dedikasinya sebagai persiapan diri sebagai generasi baru guru-guru profesional di Indonesia.

Diungkapkan juga bahwa program ini dipersiapkan dengan rancangan model baru, di mana terdapat perbedaan dengan pelaksanaan PPG Prajabatan sebelumnya. Perbedaan yang mulai dari perencanaan, proses seleksi, perkuliahan, hingga kelulusan. Sementara itu, masih kata Nunuk, dalam proses penyelenggaraan perkuliahan, PPG Prajabatan tahun lebih mengedepankan inkuiri dan kebiasaan berefleksi.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Profesi Guru, Kemendikbudristek, Temu Ismail, dalam laporan proses pelaksanaan PPG Prajabatan tahun 2022 mengungkapkan bahwa program tersebut dirancang dalam dua tahapan atau gelombang, yaitu proses pendaftaran Gelombang 1 pada 1 Juni—15 Juli 2022, dengan membuka 17 bidang studi, dan proses pendaftaran Gelombang 2 pada 26 Agustus—30 September 2022 untuk 18 bidang studi.

Proses penerimaan Peserta PPG Prajabatan melalui beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran, seleksi, sampai pada penempatan di LPTK. “Untuk proses seleksi meliputi seleksi administrasi, tes substantif yang diselenggarakan di 55 TUK di 34 provinsi,” demikian Temu memaparkan. Pada proses tes wawancara, dilaksanakan secara daring dengan melibatkan asesor pewawancara dari dosen-dosen LPTK yang telah mendapatkan pelatihan khusus.

Dalam proses seleksi PPG Prajabatan Gelombang 2, menghasilkan 13.944 peserta yang akan mulai perkuliahan pada 8 Desember 2022. Temu mengungkapkan bahwa pemantauan dan koordinasi akan terus dilakukan dengan LPTK penyelenggara hingga program berakhir. Penyaji kuliah umum, Anita Lie dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya mengungkapkan bahwa pada perkuliahan PPG Prajabatan ada beberapa pemahaman yang berkaitan dengan profesi pendidik yang harus terus diberikan.

“Dalam mempersiapkan guru profesional LPTK harus memberi pemahaman bahwa sebagai pendidik pengembangan kompetensi secara berkelanjutan adalah hal yang mutlak,” begitu ujar Anita. Seorang mahasiswa baik yang berlatar belakang LPTK atau bukan, kata Anita, ketika ia memutuskan menjadi guru, mahasiswa tersebut harus mengikuti PPG demi pengembangan kompetensinya. “Dan PPG Prajabatan ini pintu masuk untuk memasuki profesi guru,” tambah Anita.

Masih menurut Anita, ketika mahasiswa tersebut sudah memutuskan untuk menjadi guru maka ia harus bertindak objektif dan tidak diskriminatif dalam proses pembelajaran, dan juga harus menaati peraturan perundang-undangan, hukum, nilai agama, moral, etika, serta memelihara dan memupuk persatuan bangsa. Sebagai salah seorang pengajar di LPTK penyelenggara PPG Prajabatan, Anita juga mengungkapkan bahwa mahasiswa juga harus terus diberi motivasi yang berkaitan dengan profesi keguruannya.

LPTK penyelenggara kata Anita sewajarnya memberi yang terbaik pada mahasiswa PPG Prajabatan, mengingat mereka ini akan menjadi ujung tombak pendidikan bagi generasi penerus. Anita mengaku sangat senang dan bersemangat lantaran dilibatkan dalam program PPG Prajabatan untuk mendidik para calon guru. “Karena bangsa Indonesia membutuhkan guru yang berdedikasi,” demikian tandasnya. Seraya menyadari bahwa perjalanan pendidikan masih jauh, “Tingkat literasi dan numerasi kita masih jauh, sehingga ini harus menjadi kesadaran bersama dalam menghadirkan guru-guru yang cerdas dan berdedikasi,” ungkap Anita menutup perbincangan.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

Positive SSL