John Palinggi: Prabowo Tidak Didikte Jokowi, Loyalitas dan Profesionalitas Jadi Pertimbangan Utama

Written by on 31 May 2025

Jakarta, RPKFM – Isu keterlibatan Presiden ke-7 Joko Widodo dalam pengambilan keputusan Presiden terpilih Prabowo Subianto dibantah keras oleh Pengamat Pertahanan Negara, John Palinggi. Penempatan sejumlah pejabat di pemerintahan mendatang disebutnya bukan hasil intervensi, melainkan didasari atas loyalitas, profesionalitas, dan pengalaman kerja.

Dalam pernyataannya, John Palinggi menanggapi berbagai tudingan bahwa Jokowi masih mengatur arah pemerintahan Presiden Prabowo saat ini. Ia menegaskan bahwa hak prerogatif Presiden Prabowo tidak dapat diganggu oleh opini publik maupun tekanan politik.

“Pak Prabowo tidak didikte oleh siapapun. Beliau menghormati orang-orang yang dapat menunjang tercapainya program negara, tetapi keputusan tetap berada di tangannya,” tegas John dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/5).

Ia juga menepis tudingan terkait penempatan Letjen Nugroho Sulistio di Badan Siber dan Sandi Negara serta Jaka Budi Utama di posisi Dirjen Bea dan Cukai yang dikaitkan dengan ‘Tim Mawar’. Menurutnya, hal tersebut sudah tidak relevan.

“Itu barang sudah lewat. Yang digunakan sebagai pertimbangan adalah loyalitas dan rekam jejak profesional di bidangnya. Jangan lagi tarik isu lama ke dalam konteks yang baru,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia meminta publik tidak terus-menerus menjelekkan figur Presiden ke-7 Jokowi setelah masa jabatannya usai. Segala kritik yang disampaikan publik adalah sah dalam negara demokrasi, tetapi kritik harus disampaikan melalui maksud yang benar, bukan ujaran kebencian di ruang publik.

“Kalau Presiden Jokowi bersalah, tempuh proses hukum. Jangan seolah beliau sudah bukan manusia di mata bangsa ini. Bangunlah negara dengan semangat persatuan, bukan permusuhan,” tutupnya.

Penegasan John Palinggi ini memperkuat keyakinan bahwa transisi pemerintahan menuju Prabowo Subianto tidak berada di bawah bayang-bayang siapapun. Profesionalitas dan loyalitas tetap menjadi prinsip utama dalam menentukan arah pemerintahan ke depan.

Terakhir, John mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menghentikan saling hina, membangun kerukunan, dan bersatu demi masa depan bangsa, serta mempercayai bahwa para pemimpin kita dipilih bukan hanya oleh rakyat, tetapi juga oleh kehendak Tuhan.

(Daniel Tanamal)


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

Positive SSL