79 Tahun Syaykh Panji Gumilang: Seruan “Indonesia Abadi” Menggema dari Al-Zaytun

Written by on 30 July 2025

Indramayu, RPKFM — Dalam usia ke-79 tahun, Syaykh Abu Salam Panji Gumilang menyampaikan pesan mendalam tentang persahabatan, pendidikan, dan harapannya terhadap masa depan bangsa Indonesia. Peringatan hari lahir tokoh pendidik tersebut digelar dalam suasana akrab dan penuh hikmah di Kampus Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat, pada Rabu pagi (30/7/2025).

Acara bertajuk “Bincang Bersama Syaykh Al-Zaytun” itu menjadi ajang refleksi perjalanan hidup Syaykh Panji, diselingi canda ringan namun sarat makna. Turut hadir sejumlah sahabat lama dan tokoh-tokoh lintas iman seperti Ketua Umum PEWARNA Indonesia Yusuf Mujiono, Ketua Umum Asosiasi Pendeta Indonesia Pdt. Harsanto Adhi, serta Ketua STT IKAT Pdt. Jimmy Lumintang.

Di awal perbincangan, Syaykh Panji sempat berkelakar kepada Yusuf Mujiono sambil tersenyum, “Saya kurang kenal ini… karena sering ke sini,” yang langsung disambut tawa hangat para tamu.

Syaykh lalu menuturkan kisah masa kecilnya, bagaimana ia terbiasa berjalan kaki sejauh 600 meter ke sekolah bersama tiga teman yang ia ajak bersekolah, karena tak pernah diantar orang tua. Sejak muda, ia terbentuk sebagai pribadi mandiri, diajarkan untuk bertani namun bukan menjadi petani semata—melainkan memahami sistem ekonomi di baliknya.

“Saya sejak kecil ingin punya banyak sahabat. Orang tua saya bilang, doakan saja,” kenang Syaykh Panji.

Kenangan Bung Karno dan Tekad Membangun Bangsa

Dalam refleksi hidupnya, ia juga mengungkap kecintaannya pada Bung Karno yang tumbuh sejak membaca buku Di Bawah Bendera Revolusi. Bahkan, Syaykh Panji pernah diangkat berdiri di atas bahu sang ayah demi bisa bersalaman dengan Presiden Soekarno yang kala itu mengunjungi Gresik—momen yang ia kenang sebagai penuh haru dan kebanggaan.

Namun pengalaman pahit Gerakan 30 September membekas kuat. “Sejak saat itu saya tidak tahan melihat darah, bahkan tak sanggup menyembelih ayam,” ujarnya.

Pendidikan adalah Kunci Indonesia Abadi

Tak lupa, Syaykh Panji menyampaikan pandangannya tentang pendidikan nasional. Ia menegaskan bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh pendidikan berbasis sejarah dan kemandirian daerah. “Indonesia hanya bisa menjadi Indonesia Abadi lewat revolusi di dunia pendidikan,” katanya tegas.

Ia mengajak semua pihak untuk memusatkan pembangunan pendidikan di daerah dan membangun asrama-asrama pembelajaran sebagai pusat koordinasi dan pembentukan karakter bangsa.

Pesan Persatuan dan Harapan Abadi

Mengakhiri bincang, Syaykh Panji mengajak seluruh tamu untuk ikut meneguhkan komitmen kebangsaan. “Sekarang tinggal bagaimana kemauan kita. Marilah kita berjanjian: Indonesia Abadi!” serunya, disambut tepuk tangan para hadirin.

Lintas Iman, Satu Semangat

Acara ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai persahabatan dan kebangsaan melampaui sekat-sekat agama. Tokoh-tokoh Kristen turut hadir dan menyatakan apresiasi terhadap semangat kebangsaan dan keterbukaan Syaykh Panji. Harmoni yang terbangun di Kampus Al-Zaytun hari itu mencerminkan Indonesia yang damai, toleran, dan maju bersama.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

Positive SSL