UKI Gelar Seminar FOMO di HKBP Sutoyo Jakarta Timur, Bekali Remaja dan Orang Tua Hadapi Tantangan Media Sosial
Written by Daniel Tanamal on 11 August 2025
Jakarta, RPKFM – Universitas Kristen Indonesia (UKI) melalui Pusat Studi Gender menggelar seminar bertema “FOMO (Fear of Missing Out)” di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Sutoyo, Jakarta Timur, Sabtu (9/8/2025). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–17.00 WIB ini menjadi bagian dari perayaan HUT ke-25 Paduan Suara Kantate Harmonic Gereja HKBP Sutoyo, dan dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pengurus gereja, guru sekolah minggu, orang tua, hingga pra-remaja dan remaja.

Sejumlah narasumber dari UKI hadir membagikan wawasan, di antaranya Pdt. Dra. Esther Rela Intarti (Dosen Pendidikan Agama Kristen), Dr. Audra Jovani (Dosen Ilmu Politik), Eustalia Wigunawati, MA dan Evi Deliviana, M.Psi., Psikolog (Dosen Bimbingan Konseling). Dua mahasiswa UKI, Putri Indrawati Lawolo dan Zofan Rius Waruwu, turut bertindak sebagai fasilitator.

Materi yang dibawakan menyoroti FOMO sebagai fenomena kecemasan yang melampaui rasa ingin tahu biasa. FOMO dapat menurunkan harga diri, memicu kelelahan emosional, serta mengaburkan arah dan tujuan hidup, termasuk secara rohani. Psikoedukasi yang diberikan menggabungkan pendekatan psikologis dan spiritual, membantu orang tua memahami akar masalah FOMO agar dapat mendampingi anak dengan bijak.

Dijelaskan, FOMO umumnya dialami remaja akibat paparan media sosial yang menampilkan “kehidupan ideal” orang lain. Gejalanya mencakup kecanduan media sosial, kebiasaan membandingkan diri, kesulitan menikmati momen, dan dorongan mengikuti tren demi menghindari rasa tersisih. Dampak yang muncul antara lain keputusan impulsif, gangguan tidur, kelelahan digital, dan ketergantungan pada validasi eksternal seperti “likes” dan “comments”.
Untuk mencegahnya, remaja perlu memahami bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh media sosial. Dukungan keluarga, sekolah, dan gereja menjadi kunci, disertai langkah praktis seperti digital detox, aktivitas positif (saat teduh, permainan edukatif), latihan syukur harian, serta mengonsumsi konten media sosial yang membangun.

Gereja sendiri memiliki peran strategis dalam menangani FOMO melalui penguatan ketahanan digital, edukasi literasi media, penciptaan lingkungan ramah anak, hingga pembentukan komunitas positif seperti retret rohani, workshop, konseling, dan mentoring. Integrasi edukasi FOMO dalam khotbah serta penanaman nilai kesederhanaan dan damai sejahtera dalam Kristus juga ditekankan, mengingat Firman Tuhan adalah sumber kebahagiaan sejati.
RPK FM