KGB Terima Seribu Lebih Aduan Peserta TKMP 2025, Desak Kemnaker Beri Klarifikasi Soal Dugaan Kejanggalan Seleksi

Written by on 12 December 2025

Jakarta, RPKFM – Organisasi Kawal Gibran Bersama (KGB) menyatakan telah menerima lebih dari seribu aduan terkait dugaan kejanggalan proses seleksi Program Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) Tahun 2025. Laporan tersebut datang dari peserta yang tersebar di wilayah DKI Jakarta, meliputi Jakarta Utara, Barat, Selatan, Timur, serta dari Kabupaten Bogor.

Lonjakan Aduan dan Pola Kejanggalan

Ketua Umum KGB, Roman Sibuea, bersama jajaran pengurus menerima langsung seluruh laporan tersebut. Mayoritas peserta mengeluhkan perubahan status kelulusan secara mendadak, meski sebelumnya telah mengikuti seluruh tahapan penting seperti seleksi administrasi, verifikasi berkas, hingga wawancara. Perubahan status itu juga disebut terjadi tanpa alasan yang konsisten.

Roman menilai pola semacam ini perlu mendapat perhatian serius dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Ia menegaskan bahwa KGB tidak bermaksud menyudutkan pihak mana pun, melainkan meminta klarifikasi resmi agar kredibilitas program tetap terjaga.

“Kami melihat banyak ketidaksesuaian dalam proses seleksi. Penjelasan yang diterima peserta tidak konsisten dan beberapa tidak sesuai dengan kondisi lapangan. Hal seperti ini wajar menimbulkan tanda tanya publik,” ujar Roman.

Data Lengkap Peserta Siap Dibuka untuk Transparansi

Roman juga menyampaikan bahwa KGB telah mengumpulkan dan memverifikasi seluruh dokumen peserta, termasuk bukti tahapan seleksi dan sanggahan terhadap jawaban resmi Kemnaker. Data tersebut, menurut Roman, siap dipresentasikan kepada otoritas apabila dibutuhkan.

“Kami memiliki seluruh data peserta, termasuk sanggahan atas balasan Kemnaker. Demi transparansi, kami siap membuka data itu bila diperlukan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pola laporan yang berulang memunculkan dugaan adanya masalah dalam pengelolaan data atau kemungkinan penyimpangan, sehingga klarifikasi resmi dari Kemnaker menjadi krusial untuk meredam persepsi negatif masyarakat.

Keluhan Peserta: Alasan Diskualifikasi Dinilai Tidak Relevan

Salah satu peserta dari Kabupaten Bogor, Jamal, turut menyampaikan keluhannya. Ia dinyatakan tidak lolos karena dianggap menggunakan format surat pernyataan lama, padahal dokumen tersebut diunduh langsung dari tautan resmi Bizhub Kemnaker 2025. Jamal menilai alasan tersebut tidak sejalan dengan pedoman resmi yang diberikan sebelumnya.

Empat Poin Klarifikasi yang Diminta KGB

Melihat banyaknya aduan dan temuan awal, KGB meminta Kemnaker serta unit pelaksana TKMP 2025 memberikan penjelasan resmi terkait beberapa hal seperti; dasar perubahan status kelulusan, khususnya bagi peserta yang telah mengikuti wawancara, kriteria penilaian seleksi yang digunakan dalam seluruh tahapan.

Selain itu juga mengenai transparansi basis data dan kuota peserta pada program TKMP 2025, dan penerapan tata kelola yang bersih dan bebas konflik kepentingan, termasuk potensi penyimpangan dalam proses seleksi.

Roman menegaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk menjaga integritas program pemerintah, memastikan kepercayaan publik tidak terganggu, serta melindungi peserta dari kelompok kurang mampu yang menjadi target utama program.

KGB Kawal Objektif

“KGB akan tetap kooperatif dan mengawal isu ini secara objektif. Kami berharap Kemnaker memberikan penjelasan terbuka agar seluruh pertanyaan masyarakat dapat terjawab,” tutup Roman.

Dengan meningkatnya tekanan dari peserta dan publik, klarifikasi resmi diharapkan dapat menjadi langkah awal pemulihan kepercayaan dan memastikan pelaksanaan TKMP 2025 berjalan sesuai prinsip transparansi serta akuntabilitas.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

Positive SSL