Akademisi UKI Gelar Mentoring Berbasis Analisis Kebutuhan untuk Guru Bahasa Inggris di Sanggau
Written by Daniel Tanamal on 26 February 2026
Sanggau, RPKFM – Akademisi dari Universitas Kristen Indonesia, Angela Asri Purnamasari, melaksanakan pelatihan Bahasa Inggris bagi guru-guru di Kabupaten Sanggau melalui program Needs Analysis-based Mentoring (NAM) atau Pilot Mentoring Berbasis Analisis Kebutuhan. Program ini menjadi bagian dari riset doktoralnya di University of New England sekaligus upaya kolaboratif untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pengajaran Bahasa Inggris.

Program yang berlangsung setiap Sabtu sejak 24 Januari hingga 21 Februari 2026 ini diikuti 28 guru Bahasa Inggris dan didampingi tujuh mentor dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pelaksanaan kegiatan difasilitasi oleh Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sanggau dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sanggau.
Angela menyampaikan bahwa program tersebut tidak hanya menjadi bagian dari penelitian akademik, tetapi juga ruang kolaborasi dan pembelajaran bersama para pendidik di daerah.
“Saya merasa sangat terharu dan bersyukur. Saya tidak pernah membayangkan bahwa kita dapat melaksanakan dan menyelesaikan NAM Pilot Program ini dengan baik dan sukses bersama-sama. Dengan kerendahan hati, saya memohon dukungan dan doa Bapak dan Ibu sekalian untuk langkah berikutnya dalam perjalanan studi saya di Australia, demi kebaikan Indonesia,” ujar Angela dalam penutupan program di aula Bapenda Kabupaten Sanggau, 24 Februari 2026.
Ia menambahkan, komitmen para peserta menjadi faktor utama keberhasilan program.
“Kami sungguh merasa terhormat memiliki peserta yang berkomitmen, yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan hati dalam proses pengembangan profesional ini,” katanya.

Angela juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas dukungan terhadap pelaksanaan program. Ia menyebut dukungan Bupati Yohanes Ontot, Wakil Bupati Susana Herpena, Kepala Bapenda Wellem Suherman, serta Kepala Dinas Pendidikan Alipius berperan penting dalam pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, guru merupakan inti dari program ini. “Bapak dan Ibu guru Bahasa Inggris bukan sekadar peserta dalam sebuah penelitian, tetapi juga pelopor gerakan pengembangan profesional yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Susana Herpena menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris untuk memperkuat daya saing generasi muda. “Apalagi di zaman sekarang, Bahasa Inggris merupakan keharusan dan ini menjadi PR bagi tenaga pendidik, sehingga anak-anak bisa berbahasa Inggris dengan baik, dan tentunya bisa go International. Semoga program ini berjalan lancar, membawa dampak nyata bagi para guru, dan menjadi berkat bagi pendidikan di Bumi Daranante,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan internasional dan nasional dalam pelaksanaan program, termasuk dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan serta kementerian pendidikan tinggi Indonesia, yang memungkinkan program ini pertama kali dilaksanakan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sanggau. “Kami selalu siap menerima program-program positif untuk mencerdaskan anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Susana.

Program Pilot Mentoring Berbasis Analisis Kebutuhan di Kabupaten Sanggau menunjukkan bahwa kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan mampu menghasilkan model pengembangan profesional guru yang terarah dan kontekstual.
Dengan menempatkan kebutuhan nyata guru sebagai dasar pembinaan, program ini tidak hanya memperkuat kompetensi pengajar Bahasa Inggris, tetapi juga membuka peluang kemitraan berkelanjutan dalam peningkatan mutu pendidikan daerah. Upaya ini menjadi langkah konkret dalam menyiapkan generasi yang kompetitif di tingkat global sekaligus mempertegas peran guru sebagai motor utama transformasi pendidikan nasional.
RPK FM