Polda Kepri Usut Dugaan Penipuan Tiket Kontingen Pesparawi Nasional

Written by on 2 July 2026

Kasus gagalnya keberangkatan kontingen Paduan Suara Wanita (PSW) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menuju ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat, kini memasuki ranah hukum. Dugaan penipuan dalam pengadaan tiket perjalanan telah dilaporkan ke Polda Kepri dan saat ini tengah ditangani penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum untuk mengungkap penyebab batalnya keberangkatan para peserta.

Polisi Mulai Lakukan Penyelidikan
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Nona Pricillia Ohei, membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima dan sedang diproses. Ia menegaskan penyidik masih mengumpulkan fakta-fakta terkait peristiwa tersebut. “Ya, saat ini sedang dalam proses penyelidikan oleh penyidik. Perkembangannya nanti akan kami informasikan. Kasus ini sudah dilaporkan oleh salah satu korban pada 23 Juni 2026,” kata Nona. Ia menambahkan, “Saat ini Polda Kepri sedang melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut yang mengakibatkan tim kontingen Kepri tidak bisa berangkat dan mengikuti Pesparawi di Manokwari. Pihak-pihak terkait akan dipanggil dalam waktu dekat.”

Terlantar di Bandara Soekarno-Hatta
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah puluhan peserta kontingen Kepri terlantar di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. Rombongan yang telah berangkat dari Batam sesuai jadwal justru tidak dapat melanjutkan penerbangan ke Manokwari karena tiket yang mereka gunakan bermasalah. Saat proses check-in, maskapai menyatakan kode pemesanan tidak valid atau masih berstatus unpaid, sehingga keberangkatan mereka dibatalkan.

Peserta Kecewa Setelah Berlatih Berbulan-bulan
Ketua Tim Peserta asal Tanjungpinang, Lia Ukur, mengungkapkan rasa kecewa mendalam atas kegagalan tersebut. Menurutnya, seluruh peserta telah melalui proses seleksi dan latihan intensif selama berbulan-bulan untuk mewakili Kepri di tingkat nasional. “Kami sudah berjuang keras. Kami berangkat dari Batam sejak Rabu, 24 Juni 2026 sesuai arahan panitia. Sesampai di Jakarta, kami justru ditelantarkan tanpa kejelasan tiket lanjutan ke Manokwari,” ujar Lia.

Ketua LPPD Jalani Pemeriksaan
Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kepulauan Riau, Jumaga Nadeak, turut menjalani pemeriksaan di Polda Kepri sebagai bagian dari proses penyelidikan. Usai dimintai keterangan, Jumaga memilih tidak banyak berkomentar kepada awak media. “Sudah, tak usah panjang-panjang dululah biar aman,” ujarnya. Ia memastikan laporan yang diajukan ditujukan kepada penyedia jasa perjalanan. “Sudah kita laporkan, yang dilaporkan pihak travel,” kata Jumaga.

Travel Akui Bertanggung Jawab
Direktur PT Rizki Evanti Bersahaja Tour and Travel, Vivi Evanti Hasibuan, mengakui perusahaannya bertanggung jawab atas persoalan yang menyebabkan sebagian kontingen gagal berangkat. Ia menjelaskan bahwa LPPD Kepri telah mentransfer dana sekitar Rp1,016 miliar untuk pengadaan tiket pulang-pergi peserta. “Uang dari LPPD sudah ditransfer penuh kepada saya sesuai nilai invoice. Setelah itu saya membuat kerja sama dengan seorang oknum tanpa sepengetahuan LPPD maupun panitia,” kata Vivi. Ia juga menegaskan, “Itu murni keputusan saya. LPPD sama sekali tidak tahu.”

Dana Rp700 Juta Diserahkan kepada Oknum
Vivi mengungkapkan bahwa pada 11 Mei 2026 dirinya menyerahkan dana sebesar Rp700 juta kepada seorang pegawai Sekretariat DPRD Kepri berinisial H untuk mengurus penerbitan tiket. Namun tiket yang dijanjikan tidak pernah terealisasi hingga jadwal keberangkatan tiba. Meski demikian, Vivi membantah telah menelantarkan peserta. “Saya tidak menelantarkan mereka. Hotel, transportasi, uang makan hingga tiket pulang saya siapkan. Saya memahami kekecewaan mereka karena gagal bertanding, dan saya menerima semua konsekuensi atas kejadian ini,” ujarnya.

Ia juga memastikan, “Dana sisa yang belum terpakai akan kami kembalikan ke LPPD Kepri dalam waktu secepatnya.” Terkait oknum yang disebut terlibat, Vivi menambahkan, “Kalau upaya hukum itu sudah pasti. Karena pertama dia sudah mencemarkan nama baik saya, usaha saya juga jadi hancur. Tapi dia memiliki niat baik untuk mengembalikan uang tersebut ke travel saya pada 28 Juli 2026.”

Penyelidikan Terus Berjalan
Kasus ini mendapat perhatian luas setelah video kontingen Kepri menyanyikan lagu rohani di Bandara Soekarno-Hatta viral di media sosial sebagai bentuk kekecewaan karena gagal mengikuti Pesparawi Nasional. Keberangkatan batal lantaran tiket yang dibawa peserta masih berstatus pemesanan dan belum dilunasi kepada maskapai. Hingga kini, penyidik Polda Kepri masih mendalami laporan dengan memeriksa sejumlah pihak yang terkait guna mengungkap secara utuh dugaan penipuan dalam proses pengadaan tiket tersebut.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

Positive SSL