PEMKRIS Apresiasi Gugun Gumilar Selesaikan Persoalan Ibadah GKPI
Written by Daniel Tanamal on 22 September 2026
Ketua Umum Perkumpulan Pemimpin dan Tokoh Kristen Bersatu (PEMKRIS), Bishop Joshua Tewuh, mengapresiasi respons cepat Staf Khusus Kementerian Agama Bidang Kerukunan, Gugun Gumilar, dalam menangani persoalan kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 20 September 2026, dan langsung ditindaklanjuti melalui musyawarah dan mediasi pada malam harinya di Aula Kantor Kecamatan Rajeg. Mediasi melibatkan Forkopimda Kabupaten Tangerang, Kementerian Agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), unsur Muspika Rajeg, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak terkait.
Setelah menerima informasi dan dokumentasi kejadian, Bishop Joshua Tewuh mengambil langkah koordinatif dengan menghubungi Gugun Gumilar. Berdasarkan dokumentasi komunikasi WhatsApp internal PEMKRIS, informasi dan dokumentasi kejadian diteruskan kepada Gugun Gumilar pada malam 20 September 2026 sekitar pukul 21.00 WIB, disusul permintaan perhatian dan bantuan penyelesaian.
“PEMKRIS tidak boleh hanya hadir dengan pernyataan setelah suatu persoalan terjadi. Ketika masyarakat Kristen menghadapi persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah, kami harus bergerak cepat, membangun komunikasi dan membantu membuka jalan menuju penyelesaian. Tujuan kami bukan memperbesar konflik, tetapi menghadirkan solusi, menjaga kerukunan dan memastikan kehidupan beragama tetap dihormati,” kata Bishop Joshua Tewuh.
Pada malam yang sama, Gugun Gumilar turun langsung dalam rangkaian penanganan persoalan bersama Bupati Tangerang, aparat keamanan, FKUB, Muspika Rajeg, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Kehadirannya dikonfirmasi sejumlah pemberitaan media, termasuk Disway.id dan Kompas.com. Detik.com turut melaporkan Kementerian Agama bergerak cepat merespons insiden tersebut dan Gugun Gumilar turun langsung mendorong penyelesaian lewat dialog bersama para pemangku kepentingan.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Gugun Gumilar atas respons yang begitu cepat terhadap persoalan yang kami sampaikan. Inilah contoh bagaimana komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dapat bekerja secara nyata. Informasi tidak berhenti sebagai laporan, tetapi mendapatkan perhatian dan tindak lanjut. Sinergi seperti inilah yang harus terus kita bangun demi umat, kerukunan dan Indonesia,” ujar Bishop Joshua Tewuh.
Proses mediasi akhirnya menghasilkan penyelesaian secara kekeluargaan. Para pihak sepakat berdamai dan menandatangani surat pernyataan bersama. Perwakilan masyarakat menyampaikan permohonan maaf kepada jemaat GKPI dan menyatakan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. Pemerintah Kabupaten Tangerang juga menyatakan komitmen membantu memfasilitasi tempat ibadah sementara bagi jemaat GKPI sembari menunggu penyelesaian proses terkait tempat ibadah.
PEMKRIS memberikan penghargaan kepada seluruh pihak yang berperan dalam penyelesaian tersebut, termasuk Kementerian Agama, Kepolisian, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Forkopimda, aparat keamanan, FKUB, pemerintah kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pihak GKPI, dan masyarakat yang memilih jalan musyawarah serta perdamaian.
“PEMKRIS hadir bukan untuk mengambil alih tugas pemerintah. PEMKRIS hadir sebagai mitra dan jembatan komunikasi. Ketika ada persoalan yang dialami masyarakat Kristen, tugas kami adalah bergerak, membuka komunikasi dan membantu mempertemukan persoalan dengan pihak yang mempunyai kapasitas untuk menyelesaikannya,” kata Bishop Joshua Tewuh.
Ia menegaskan ukuran keberhasilan organisasi bukan soal siapa yang memperoleh kredit atas suatu penyelesaian. “Yang terpenting bukan siapa yang mendapatkan kredit. Yang terpenting adalah persoalan dapat ditangani, konflik tidak berkembang, masyarakat kembali tenang dan jalan damai dapat ditemukan. PEMKRIS akan terus membangun sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan demi menjaga kerukunan, persatuan dan kehidupan beragama di Indonesia,” pungkasnya.
RPK FM